"Saya pikir sampai hari ini walaupun belum terjelaskan, Ahok merupakan prioritas bagi NasDem untuk meneruskan jabatan di DKI," ungkap Paloh di sela-sela acara Konsolidasi Fraksi NasDem di Hotel Discovery Kartika Plaza, Kuta, Bali, Kamis (14/1/2016) malam.
Untuk Pilgub DKI 2017 nanti, NasDem belum menemukan alternatif cagub yang akan didukungnya selain Ahok. Bahkan menurut Paloh, Walikota Surabaya Tri Rismaharini dan Walikota Bandung Ridwan Kamil (Emil) masih kalah dibanding Gubernur DKI tersebut.
"Sampai hari ini saya pikir kecuali Ahok melakukan hal tidak tepat, sejauh ini kita andalkan Ahok. Saya pikir bagus untuk DKI dalam meneruskan jabatannya ke depan," katanya.
"(Emil) kan bagus di Bandung dan (Risma) bagus di Surabaya," sambung Paloh.
Bukan sembarang saja NasDem memutuskan memberikan dukungan kepada Ahok. Mantan Bupati Belitung Timur itu disebut Paloh memiliki kualitas yang diperlukan untuk memimpin ibu kota negara.
"Ada kejuuran dia (Ahok) dalam bersikap, ada kemampuan pengelolaan satu institusi pemda seperti DKI dengan permasalahan ibu kota yang cukup kompleks, dia pasti banyak kekurangan, tapi kalau kita dorong dengan pemikiran konstruktif saya pikir akan lebih hebat lagi," bebernya.
Lantas apakah sudah ada pendekatan khusus dari NasDem untuk mendekati Ahok?
"Belum, biar aja dulu si Ahok dia main-main sendiri," jawab Paloh sambil tergelak.
Bahkan Paloh pun menantang Ahok untuk terlebih dahulu datang ke Partai yang mengusung konsep restorasi itu. Menurutnya, bukan NasDem yang seharusnya mendapatkan hati Ahok.
"Nggak perlu kita dapatkan hati Ahok, Ahok yang harusnya dapatkan hati NasDem," tutup Paloh. (ear/tor)











































