"Saya dari sini ngeliatnya cuma asap sama suara. Orang-orang yang kesini ngasih tahu itu bom," tambah Jamal yang ditemui di lapaknya di dekat Jl Sabang, Thamrin, Jakarta, Jumatb (15/1/2016).
"Polisi nguber-nguber pada mau nonton. Padahal kan daerahnya bahaya. Jalannya sudah ditutup," tambah dia lagi. "Ledakan pertama kecil saya kira petir. Ledakan dua kali lebih gede dan kenceng dan sedikit berasa getarannya," tutur dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jamal juga mengungkapkan kalau jualan pada Kamis (14/1), kemarin, malahan dagangannya laku keras.
"Buka jam setengah 8 sampai jam 4. Tapi karena kemarin banyak pembeli jadi bukanya sampai jam 5 lebih," tutur dia.
"Hari biasa paling 200. Kalau orang borong bisa lebih. Pas kejadian kemarin dapat 800-an. Jualan kemarin pas ditambahi belanjaannya, soalnya dapat rejeki lebihan dari dagang sebelumnya. Kalau rejeki kurang ya belanjanya dikurangi. Tapi kemarin emang pas nambah belanjaan eh taunya ada kejadian," tutup dia.
![]() |












































