Diwawancarai di luar McDonald Sarinah, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (14/1/2016), Heri menyatakan sedang bersama istrinya di McDonald Lantai 2 sesaat sebelum kejadian berlangsung. Selang 15 menit dia kemudian merokok, dan ledakan keras terdengar.
"Ada ledakan dari luar Starbucks terdengar. Saya kira Bus Metromini, tapi ternyata ada kepulan asap dan orang-orang keluar Starbucks dengan berhamburan," kata Heri yang merupakan warga Bandung ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya menyaksikan korban bergeletakan di depan Pos Polisi," kata dia.
Seratusan massa lantas berkerumun di depan Pos Polisi. Mereka ada yang mengabadikan gambar dengan kamera, hendak menolong, atau sekadar penasaran. Kemudian ada seorang pria yang dilihatnya memakai kaos hitam lengan pendek menggunakan pistol di tangan menembak ke arah kerumunan.
"Dia pakai kaos hitam lengan pendek pakai pistol. Ada lagi yang pakai baju putih pakai topi yang lalu lalang pakai pistol silver, memakai ransel hitam," kata dia.
"Yang ditembak kerumunan massa, bukan hanya polisi," ucapnya.
Dalam situasi mengerikan itu, dia melihat ada seorang ibu-ibu memakai helm merah terlihat bingung di lokasi. Dia lantas melihat tiga korban di luar pos polisi tergeletak. Satu lagi terlihat di dalam Pos Polisi.
(dnu/rvk)











































