Clifton mengisahkan, saat bus TransJ yang ditumpanginya berhenti di halte Sarinah, Jl MH Thamrin, Jakarta, Kamis (14/1/2016) sekitar pukul 10.30-an, dia segera turun. Tapi baru menginjakkan kaki di halte, Clifton langsung mendengar suara tembakan.
"Baru turun di halte langsung ada suara tembakan. Petugas busway suruh kita lari ke atas biar enggak berkumpul di dalam halte," ucap Clifton saat ditemui.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Banyak yang lari-lari, saya bingung ke mana. Saya lari ke arah Monas ke Plaza Mandiri Kebon Sirih," ucapnya.
Setelah sampai di gedung, Clifton pun mendengar suara tembakan makin banyak. Tak lama dia mendengar suara motor-motor pasukan Brimob.
"Saya dengar suara tembakan dari Djakarta Theatre (gedung Cakrawala). Pada teriak di situ kalau polisi lagi ditembakin. Nah, tiba-tiba ada suara motor. Terus pada melihat motor itu dikendarai pasukan Brimob," ucapnya sambil berjalan meninggalkan detikcom karena polisi meminta warga untuk menjauh dari area MH Thamrin.
Hingga siang ini Jl MH Thamrin masih steril dari masyarakat umum. Bus TransJ koridor I yang biasa melayani Blok M-Sudirman-Thamrin-Harmoni-Kota terpaksa memotong rutenya hanya Harmoni-Kota saja.
(rvk/nrl)











































