"Nilai plusnya, sebagai mantan pimpinan KPK, dia bisa menjadi benteng pertama sekaligus pemberi masukan kepada presiden terkait isu atau kasus korupsi. Korupsi merupakan isu utama yang dihadapi pemerintah, tak terkecuali pemerintahan Jokowi," ujar Ketua ICW Ade Irawan, dalam pesan singkat yang diterima, Kamis (14/1/2016).
"JB tidak hanya bisa menjadi penyambung lidah presiden atau pemerintah, tapi juga bisa menjadi menjadi penyambung suara atau aspirasi rakyat terkait korupsi yang terjadi di pemerintah. Apalagi Johan pasti tahu persis bagaimana praktik korupsi terjadi selama ini," jelasnya.
Menurut Ade, kepiawaian Johan sebagai juru bicara sudah teruji ketika ia berkiprah di KPK. Oleh sebab itu keberadaan Johan di Istana diharapkan mampu meminimalisir miskomunikasi penafsiran saat pemerintah membuat kebijakan baru.
"(Johan Budi) tidak hanya handal dalam mengomunikasikan pesan presiden atau pemerintah ke publik seperti yang telah dia tunjukan di KPK. Sehingga diharapkan tidak ada lagi miskomunikasi yang mmbuat antara lain banyak tafsir terhadap sikap dan kebijakan pemerintah," tutur Ade.
![]() |












































