Polisi: Pendarahan di Leher Allya Diduga Akibat Tindakan di Chiropractic

Dugaan Malpraktik Chiropractic

Polisi: Pendarahan di Leher Allya Diduga Akibat Tindakan di Chiropractic

Mei Amelia R - detikNews
Kamis, 14 Jan 2016 00:13 WIB
Polisi: Pendarahan di Leher Allya Diduga Akibat Tindakan di Chiropractic
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Pihak kepolisian menduga tindakan di Chiropractic yang mengakibatkan kematian Allya Siska Nadya. Sebab, polisi menemukan relevansi antara hasil autopsi adanya pendarahan di tulang leher dengan tindakan Randall Cafferty yang juga melakukan treatment pada leher Allya.

"Jadi saya jelaskan kami dari tim medis tidak bisa sampaikan penyebab dari pendarahan itu, karena tidak pada saat itu diperiksa. Yang jelas dalam hasil pelaksanaan autopsi itu terdapat resapan darah yang merupakan perdarahan dan titik perdarahan pas barangkali atas tindakan atau perlakuan pada chiropractic itu, jadi agak relevan," jelas Kabid Dokkes Polda Metro Jaya Kombes Pol Musyafak kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (13/1/2016).

"Kecuali kalau pendarahan di kaki, baru tidak ada hubungannya. Sedangkan penyebab dari pendarahan apakah terbukanya pembuluh darah ini ya kami tidak bisa jelaskan secara langsung yang jelas di situ ada perdarahan," sambung Musyafak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berbeda dengan Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna yang belum mau memastikan apakah kematian Allya ini berkaitan dengan tindakan pada praktik chiropractic atau bukan. Penyidik, kata Krishna, akan mencocokkan hasil autopsi ini terlebih dahulu dengan keterangan sebelumnya yang didapat dari RS Pondok Indah.

"Pak dokter sudah mendapat hasil, akan kami korelasikan dengan keterangan sebelumnya yang kami dapat antara lain--kami sudah dapat keterangan ketika yang bersangkutan wafat itu ada penjelasan rinci dari dokter RSPI," kata Krishna.

"Nah nanti dalam gelar perkara akan kita sinkronkan, apakah sinkron dari RS yang merawat dengan hasil autopsi, makanya akan dibawa ke gelar perkara," sambung Krishna.

(mei/jor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads