"Penugasan (secara verbal) untuk venue baru sampai ke Jakpro 28 Desember. Kemarin (12/1) sudah saya paraf pergubnya. Jakpro menyatakan sanggup dalam rapat," ujar Saefullah di Gedung DPRD, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (13/1/2016).
Mantan Wali Kota Jakarta Pusat ini menerangkan alasan baru diterbitkannya surat penugasan melalui pergub karena Dinas Olahraga dan Kepemudaan (Disorda) DKI 'angkat tangan'. Kata Saefullah, dinas tidak sanggup merevitalisasi venue untuk velodrome dan equastrian lantaran butuh spesifikasi khusus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditemui secara terpisah usai rapat dengan Jakpro, Wagub DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan revitalisasi tetap berjalan sesuai target awal. Di mana, velodrome harus rampung pada Februari 2018 sedangkan equastrian tahun depan.
"Intinya velodrome itu target selesai Februari 2018 karena butuh tenaga ahli betul dan harus dapat persetujuan dari UCI (United Cycling International), ISSI (Ikatan Sepeda Sport Indonesia) dan KOI (Komite Olimpiade Indonesia) juga kita libatkan. Sehingga kalau bisa selesai 2017, bisa dilakukan latihan di situ. Kita prediksikan delegasi dari luar negeri itu datang," kata Djarot di Balai Kota.
"Equastrian lebih cepat, 2017 selesai. Itu juga dikerjakan anak perusahaan Jakpro. Yang lebih complicated itu velodrome. Pokoknya celodrme harus Februari 2018. Start fisiknya setelah lelang fisik selesai, paling 2-3 bulan lagi lah," sambungnya.
Mantan Wali Kota Blitar itu menegaskan tidak ada keraguan dalam benak Jakpro untuk mengerjakan venue-venue tersebut. Proses pengalihan dari Disorda DKI ke Jakpro cukup memakan waktu sebab harus ada kajian terlebih dulu.
"Dulu yang bikin perencanan itu Disorda, bulan Desember diarahkan kepada Jakpro. Bukan levelnya Disorda karena itu proyek gede banget jadi membutuhkan tenaga ahli dari UCI," tutup Djarot. (aws/jor)











































