Peristiwa ini disesalkan Korps Marinir. Pihak Marinir meminta maaf atas insiden tersebut dan menjamin pelaku pemukulan akan diproses hukum dengan diberi sanksi tegas. Keluarga bocah itu juga dijaga.
"Jaminan keamanan keluarga korban itu 200%. Kita berharap adik kita itu sembuh, cepat sehat," jelas Kadispen Kormar Letkol Marinir Suwandi dalam jumpa pers di Mako Marinir Kwitang, Jakpus, Rabu (13/1/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suwandi juga menyampaikan, main hakim sendiri tidak diperbolehkan bagi prajurit Marinir. Pihaknya selalu memberikan pengarahan kepada keluarga besar Korps Marinir.
"Kita tak henti-hentinya berupaya dengan memberikan pengarahan, latihan-latihan, masuk dari sisi ceramah agama, penyuluhan hukum. Itu untuk memberikan pengetahuan hukum sehingga tidak terjadi pelanggaran hukum. Itu sering kali terjadi. Tapi sanksi sudah tegas, siapa yang melakukan pelanggaran harus bertanggung jawab. Tidak ada pelanggaran yang tidak kami tindak lanjuti. Ini oknum ya bukan satuan," tutup dia.
Siswa T saat ini dirawat di RS Prikasih, Cilandak, Jaksel. Luka yang diderita bocah korban pemukulan itu sungguh memprihatinkan. Berdasarkan foto-foto, bibir bocah itu bengkak dan punggungnya kemerahan penuh luka memar. Hari ini Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Asrorun Ni'am Sholeh menjenguk korban.Β (yds/dra)











































