"Iya sudah turun, tadi saat hujan berhenti langsung turun," kata Aiptu Sahri saat dihubungi detikcom, Selasa (12/1/2016). Fitri berhasil diturunkan sekitar pukul 14.00 WIB.
Saat kejadian banyak orang yang melintas menyempatkan diri melihat proses evakuasi. Awalnya petugas merasa kesulitan saat membujuk Fitri, sebab dalam keadaan hujan deras pun Fitri tetap berada di ketinggian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Sahri, Fitri yang merupakan warga Pondok Ranji tidak menderita luka. Namun, ia tidak mengetahui alasan lebih detail mengapa Fitri yang kini telah remaja memanjat tower.
"Karena banyak geluduk (petir), dia akhirnya turun usai hujan, kita juga tidak paham betul. Dia sudah sering juga kan, mungkin itu keahliannya," kata Sahri.
Fitri sudah berulang kali memanjat tower. Dia pernah memanjat tower di Palmerah dan Tomang. Fitri juga pernah naik ke atap gerbong kereta api dan ruko. Biasanya setelah dirayu dengan iming-iming hadiah Fitri baru mau turun. Kakinya pernah patah karena aksi panjat ini, namun rupanya tidak membuatnya berhenti memanjat.
(nrl/nrl)










































