"Kita masih melakukan penyelidikan, dan ini juga banyak hal-hal seperti itu seperti di Yogyakarta. Tapi belum bisa kita katakan terkait dengan hal tersebut," kata Irjen Pol Anton Setiadji kepada wartawan usai acara serah terima jabatan Wakapolda Jatim di mapolda, Jalan A Yani, Surabaya, Selasa (12/1/2016).
Selain menyelidiki orang-orang yang dilaporkan hilang, polisi juga mendeteksi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) hingga ke berbagai daerah di Jawa Timur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapolda Jatim Irjen Anton Setiadji |
"KIta akan cek perizinannya segala macam, termasuk gerakan-gerakan itu. Kita menggunakan jaringan tertutup kita," terangnya.
Ketika ditanya lebih lanjut, apakah Gafatar ini sudah menyebar ke seluruh 38 kabupaten dan kota se Jatim. "Belum. Saya minta masyarakat tidak ikut-ikutan dengan gerakan ini," terangnya.
Anton menambahkan, bukan hanya warga yang tinggal di kota-kota besar untuk ikut bergabung dengan Gafatar.
"(Gafatar) di daerah-daerah kecil juga ada," tandasnya. (roi/trw)











































Kapolda Jatim Irjen Anton Setiadji