Diutus Jokowi Cairkan Ketegangan, Menlu Retno Bertolak ke Iran dan Arab Saudi

Diutus Jokowi Cairkan Ketegangan, Menlu Retno Bertolak ke Iran dan Arab Saudi

Yudhistira Amran Saleh - detikNews
Selasa, 12 Jan 2016 14:52 WIB
Diutus Jokowi Cairkan Ketegangan, Menlu Retno Bertolak ke Iran dan Arab Saudi
Menlu Retno LP Marsudi (Foto: Agung Pambudhy/detikFoto)
Jakarta - Ketegangan di Timur Tengah, Iran dan Arab Saudi hingga saat ini masih terus berlangsung. Untuk mencegah semakin memburuknya hubungan negara Islam tersebut, Presiden Jokowi mengutus Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi untuk mencairkan ketegangan.

Rencananya Retno akan bertolak menuju ke kedua negara tersebut sore hari ini. Dia akan membawa pesan khusus dari Jokowi.

"Sore ini saya berangkat," kata Menlu Retno LP Marsudi usai menerima Menlu Singapura Vivian Balakrishnan di Gedung Pancasila, Jalan Pejambon No 6, Jakarta Pusat, Selasa (12/1/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita sudah dalam persiapan yang sangat akhir. Surat presiden mudah-mudahan hari ini sudah selesai," lanjutnya.

Retno menjelaskan dirinya tidak memilih untuk mengunjungi negara mana duluan. Karena menurutnya itu hanya masalah waktu bukan karena keberpihakan Indonesia pada salah satu negara.

"Semua terkait masalah waktu apakah duluan diterima Raja Saudi atau Presiden Iran. Jadi siapapun yang akan kita kunjungi duluan adalah karena masalah waktu," ucap Retno.

Kunjungan Retno ini juga menjadi bukti bahwa Presiden Jokowi sangat peduli terhadap hubungan antara Arab Saudi dan Iran.

"Ini kan menunjukkan kedekatan Presiden Jokowi dengan Raja Arab dan juga Presiden Iran. Dan ini pertama kali loh surat Presiden langsung dibawa oleh menteri luar negerinya," tuturnya.

Otoritas Saudi memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran pada Minggu (3/1) lalu, setelah demonstran yang marah menyerbu kedutaannya di Teheran dan konsulat di Meshhad saat menggelar protes atas eksekusi mati ulama Syiah terkemuka, Nimr Baqr al-Nimr. Hal itu semakin meningkatkan ketegangan antara Iran yang didominasi Syiah dan Saudi yang didominasi Sunni, serta berimbas pada kawasan Timur Tengah. (yds/hri)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads