"Kita terus berkomunikasi, ketemu temen-temen dari teman PKS, kemarin kita ketemu Pak Aburizal Bakrie, dan juga kita selalu menunjukan sikap kita ingin kerja sama dengan Pemerintah," ujar Prabowo di arena Rakornas PKS, di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, Selasa (12/1/2016).
Dia mengingatkan janji KMP sejak awal pemerintahan Jokowi-JK terbentuk pada akhir 2014. Menurutnya, KMP tak akan menjegal, tak akan merusak pemerintahan. Namun, sebagai mitra, KMP tetap akan menjaga persatuan demi pembangunan bangsa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pengalaman di seluruh dunia adalah kalau ada suasana yang sejuk dan damai, dan tidak ada kegaduhan. Ini pelajaran bagi kita. Kita sadar itu. Jadi, kawan-kawan di KMP ingin memberikan kesempatan seluas-luasnya Pemerintah bekerja baik untuk rakyat, kita akan mendukung," sebutnya.
Menurutnya, dalam negara demokrasi mesti ada pihak yang berada di luar Pemerintahan. Bila tak ada yang berada di luar Pemerintahan, maka akan menjadi bahaya dan menjadi tak seimbang.
"Yang kita lihat tak cocok harus kita kritisi. Jadi, ini namanya check and balance. Kalau demokrasi, tanpa ada namanya check and balance itu bukan demokrasi. Itu berbahaya malah. Karena tidak ada yang menjaga dan mengingatkan," sebutnya.
Partai yang bergabung di KMP kini satu per satu mulai membelot dengan ikut merapat ke Pemerintah. Berawal dari Golkar kubu Agung Laksono, lalu PPP kubu Rohmahurmuziy, kemudian PAN dan kini pengurus DPD-DPD I Golkar kubu Ical meminta partai mendukung Pemerintah.
"Begini. Jangankan Golkar, PKS. Apabila ini demi kepentingan rakyat, kita legowo. Enggak ada masalah. Kalau ada kader Gerindra pun diminta dan dianggap dibutuhkan rakyat, saya tidak akan menghalangi ya," sebut eks Komandan Jenderal Kopassus itu. (hty/tor)











































