Polisi memastikan penggeledahan rumah di komplek Bojong Malaka Indah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, berkaitan kasus terorisme. Pria terduga teroris inisial U (21) yang diamankan tim Densus 88 Mabes Polri ternyata berstatus mahasiswa. Identitas U terungkap setelah pasukan elite tersebut menangkap tiga terduga teroris kelompok Solo yang ditangkap di Jakarta Utara dan Kabupaten Bandung.
Tim gabungan menggeledah kamar U yang tinggal satu rumah dengan orang tuanya di komplek Bojong Malaka Indah, Blok 3 No.35, RT 1 RW 15, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Selasa (12/1/2016). U sebelumnya diamankan Personel Densus 88 di tempat kerjanya yaitu panti asuhan berlokasi di kawasan Baleendah, Senin sore (11/1) kemarin.
"Jadi U ini seorang intelektual. Dia mahasiswa," kata Kabidhumas Polda Jabar Kombes Pol Sulistyo Pudjo Hartono usai menyaksikan penggeledahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tadi kami melakukan upaya penggeledahan dan mencari barang bukti," ucap Pudjo.
Penggeledahan berlangsung hampir dua jam atau mulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 11.50 WIB. Tim gabungan terdiri dari personel Densus 88, Polda Jabar, Polrestabes Bandung dan Polres Bandung.
Polisi menyita sejumlah barang bukti dari hasil geledah. Barang bukti diangkut polisi menggunakan tas ukuran besar.
"Barang buktinya banyak. Nanti kami selidiki dan identifikasi lagi," ucap Pudjo yang belum bersedia menjelaskan jenis barang-barang disita polisi.
Ada temuan bahan peledak? "Nanti penjelasannya. Intinya ini berkaitan dengan tiga orang lainnya yang ditangkap di Jakarta dan Kabupaten Bandung," ujar Pudjo.
Kapolres Bandung AKBP Erwin Kurniawan menjelaskan selama ini rumah dua lantai tersebut ditempati kedua orang tua U. "Tadi orang tuanya histeris. Ya tidak menyangka," ucap Erwin yang mendampingi proses penggeledahan.
Ketua RW 15 Asep Sutisna turut menjadi saksi sewaktu aparat kepolisian menggeledah rumah milik pria inisial H yang tak lain ayah U. Penghuninya satu keluarga terdiri enam orang yang sudah sejak 10 tahun tinggal di perumahan itu.
Menurut Asep, penggeledahan dilakukan polisi di kamar U. "Saya lihat barang bukti yang dibawa polisi itu antara lain buku, salinan ijazah dan telepon genggam. Enggak ada benda-benda mencurigakan seperti bahan pembuat bom," ujarnya.
Asep tidak mengetahui pasti tempat U menempuh studi perguruan tinggi. Dia hanya mendapat kabar jika U sebagai mahasiswa jurusan Bahasa Arab.
Akhir pekan lalu, Densus 88 menangkap terduga teroris inisial MAS di kawasan Rawa Badak, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Jumat 8 Januari 2016. Setelah itu, dua terduga teroris lainnya yang masih kelompok Solo, AS dan A, dibekuk di Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu 9 Januari. Pada Minggu (10/1), Densus menggeledah rumah MAS di Jalan Mengger Girang, Kecamatan Regol, Kota Bandung. Polisi menyita barang bukti di antaranya berupa senapan, satu toples berisi paku kecil, mug, serbuk dan telepon genggam. Penangkapan tiga pria tersebut hasil pengembangan penelusuran dari terduga teroris yang sebelumnya dibekuk polisi di Bekasi dan Solo. (bbn/trw)











































