Tuntut Tarif Naik, Angkot Karet-Roxy & Benhil-Roxy Mogok
Senin, 07 Mar 2005 13:05 WIB
Jakarta - Sekitar 100 sopir angkutan kota (angkot) trayek Karet-Roxy via Tanah Abang dan Benhil-Roxy via Tanah Abang, Jakarta, mogok beroperasi. Mereka menuntut kenaikan tarif Rp 500.Aksi mogok dimulai sejak pagi tadi pukul 06.00 WIB, Senin (7/2/2005). Para sopir berkumpul dan memakirkan kendaraannya di bawah Jembatan Layang Jatibaru atau sekitar 200 meter dari Pasar Tanah Abang.Akibatnya puluhan penumpang yang biasa naik angkot ini terlantar. Mereka terpaksa mencari alternatif angkutan lain untuk ke tujuan, baik itu naik ojek, angkutan umum lain, atau taksi. Untuk ke Tanah Abang penumpang yang berasal dari Karet bisa naik mobil bemo maupun Koantas Bima Kampung Melayu-Tanah Abang. Sedang dari Benhil, untuk ke Tanah Abang bisa naik bemo. Namun dari Tanah Abang ke Roxy tidak ada alternatif angkot. Penumpang harus naik ojek atau taksi.Tidak Kuat LagiSalah seorang sopir, Narita (35), mengaku sudah tidak kuat lagi dengan beban kenaikan BBM jika tarif tidak dinaikkan Rp 500. Selama ini tarif dari Benhil ke Tanah Abang maupun Karet-Tanah Abang tarifnya Rp 1.000. Sedangkan dari Karet menuju Roxy maupun Benhil-Roxy Rp 2.000."BBM saja sudah naik Rp 600 dan timer (pungli) juga sudah naik Rp 500. Makanya kami minta ada kenaikan," katanya. "Selama ini saya hanya menerima pengertian dari penumpang saja. Syukur-syukur kalau ada yang memberi tambahan. Tapi itu tidak banyak."Menurut Narita, kenaikan harga BBM kali merupakan yang terberat dibanding sebelumnya. "Kalau dulu naiknya paling hanya Rp 200 tapi sekarang kan langsung sekaligus."Narita mengaku belum mengetahui sampai kapan aksi mogok akan dihentikan. "Kita masih menunggu keputusan (kenaikan tarif) dari Organda yang tadi berjanji dua-tiga hari ini akan keluar."Tadi pagi sempat ada ketegangan ketika para sopir mencegat Kopaja 608 Blok M-Tanah Abang yang menaikkan penumpang. Namun ketegangan ini tidak berlangsung lama menengahi, dan kopaja-kopaja itu kini sudah melintas. Para sopir angkot yang mogok kini umumnya juga sedah kembali ke rumah-rumah masing.
(gtp/)











































