"Makanya saya bilang ini masyarakat memang suka buang sampah di dalam jalur rel kereta kayak di Mangga Dua itu. Nah saya sudah bilang sama lurah, lain kali enggak bisa toleransi. Nah, kita juga enggak bisa ngambil sampah di dalam jalur kereta api loh," ujar Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (12/1/2016).
"Sama kayak kamu ke Mangga Dua di dekat Gunung Sahari itu ada gang itu kalau naik kereta api penuh sampah di dalam," lanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harusnya masyarakat yang dididik. Itu (lahannya) KAI," kata Ahok.
Ahok menyerahkan penanganan ini sepenuhnya ke pihak kepolisian. Dia pun berharap ke depannya KAI bisa menyediakan lahan untuk tempat sampah.
"Nah KAI juga enggak pernah menyiapkan temboknya tahan sampah kan. Makanya saya enggak tau ini polisi mutusinnya gimana gitu loh," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, dua orang pelajar, Dela Aurelia (17) dan Yola Agustiani (17) menjadi korban runtuhnya tembok tersebut. Menurut saksi mata, Mala (54) seorang sopir Metromini, sekitar pukul 14.30 WIB, dua orang siswi sedang berjalan di trotoar dekat tembok tersebut. Tiba-tiba temboknya roboh.
"Kejadiannya sekitar setengah tiga siang. Dua orang siswi lagi jalan di trotoar dekat tembok yang roboh itu. Tiba-tiba temboknya roboh dan kena sama dua siswi itu," kata Mala di lokasi kejadian, Manggarai Selatan, Tebet, Jaksel, Senin (11/1).
Selain kedua siswi itu, robohnya tembok juga mengenai seorang pemotor bernama Rahmawati yang sedang membawa anaknya yang masih balita. Anaknya selamat, sedangkan Rahmawati terluka di kaki.
(aws/Hbb)











































