Iran Akui Jalankan Program Nuklir Secara Rahasia
Senin, 07 Mar 2005 11:45 WIB
Jakarta - Iran mengakui bahwa pihaknya sejak awal memang mengembangkan program nuklirnya secara diam-diam. Iran pun harus mencari material untuk program tersebut di pasar gelap. Ini dilakukan akibat sanksi AS dan batasan-batasan yang ditetapkan Eropa, sehingga Iran tidak bisa mendapatkan akses ke teknologi nuklir sipil yang maju."Memang benar, ada kerahasiaan,' ujar mantan presiden Iran Hashemi Rafsanjani, seperti dilansir kantor berita Associated Press, Senin (7/3/2005)."Namun kerahasiaan itu diperlukan untuk membeli peralatan bagi program nuklir damai," imbuh Rafsanjani yang kini mengepalai Dewan Kelayakan, badan berpengaruh yang menjadi arbitrase antara parlemen dan dewan lain yang memutuskan aturan. Dia diyakini punya pengaruh besar atas progrm nuklir Iran.Pemerintah Amerika Serikat menuding Iran menggunakan program nuklirnya itu sebagai dalih untuk mengembangkan bom nuklir. Tuduhan ini dibantah keras pemerintah Teheran. Ditegaskan, bahwa program nuklir yang dijalankan semata-mata untuk pembangkit energi listrik."Jika sanksi-sanksi tidak diterapkan pada kami, kami pasti sudah mengumumkan segalanya secara terbuka, namun kami punya masalah dalam pembelian logam. Tidak seorang pun yang menjual kepada kami di pasaran," kata Rafsanjani yang memimpin Iran pada 1989-1997.Hal tersebut disampaikan Rafsanjani pada sesi penutupan konferensi internasional mengenai teknologi nuklir di Teheran. Pertemuan itu dihadiri lebih dari 50 ilmuwan nuklir internasional. Rafsanjani menegaskan bahwa Iran tidak akan pernah setuju untuk menghentikan proses pengayaan uranium secara permanen. "Tentu saja kami tidak bisa menghentikan program nuklir kami dan tidak akan menghentikannya. Anda tidak bisa membuang teknologi dari sebuah negara yang telah memilikinya," tandasnya.
(ita/)











































