Ahok awalnya menerima kunjungan 6 orang tamu dari Amerika Serikat. Ia lalu mengajak mereka mampir ke ruang kerja Jakarta Smart City. Bak pemandu wisata, Ahok menjelaskan program Smart City melalui tampilan layar kaca besar.
Tamu-tamu terlihat kagum saat melihat kondisi underpass kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, sekitar pukul 14.00 WIB yang terekam dalam CCTV. Ahok memberi penjelasan selama 10 menit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Amazing! Saya berniat ingin membawa mahasiswa saya berkunjung ke sini (untuk melihat Smart City)," timpal salah satu tamu AS yang berada di dekat Ahok dalam bahasa Inggris.
Tak hanya itu, mereka juga memuji sosok Ahok yang begitu baik dan tegas dalam memimpin. Mendengar itu, Ahok pun tertawa. "Sudah dikasih makan siang soalnya," kelakar Ahok.
Jakarta Smart City di Balai Kota memiliki 5 ruangan yang terdiri dari ruang operasional berisi LCD besar berpanel-panel yang digunakan untuk memantau situasi kota dan terhubung dengan CCTV, Ruang V Meeting yang digunakan Gubernur untuk memberi arahan kepada bawahannya, ruang inkubator yang menjadi tempat berkumpulnya komunitas start up, ruang analisasis data dan ruang destinasi wisata.
Sedikitnya saat ini ada 150 CCTV yang terhubung dengan Jakarta Smart City. Jakarta Smart City belum sepenuhnya bekerja, melainkan baru benar-benar bekerja setelah diluncurkan pada Juni mendatang, bertepatan dengan Ulang Tahun Kota Jakarta. (aan/nrl)











































