Informasi yang dihimpun detikcom dari lokasi, Senin (11/1/2016), prarekonstruksi digelar sejak pagi. Tim penyidik mencari tahu bagaimana peristiwa sesungguhnya sebelum Mirna kejang-kejang dan tewas. Tim dipimpin oleh Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Herry Heryawan.
Pantauan fotografer CNNIndonesia.com Safir Makki, kafe tersebut ditutup. Meja tempat duduk Mirna dan kursi-kursi di sekitarnya dipasangi tirai putih dan diberi garis kuning polisi, tanda tak boleh didekati. Prarekonstruksi tak dapat dilihat dari dekat, hanya dari kejauhan.
Foto: Rengga Sencaya |
Sesaat setelah Wayan Mirna mengalami kejang-kejang usai menyeruput kopi di Olivier Cafe, Grand Indonesia, pemilik kafe sempat mencoba kopi tersebut. Pemilik merasakan keanehan pada kopi yang diseruput Mirna itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Rengga Sancaya |
Krishna menyebutkan, kafe tersebut menyiapkan kopi di depan pelanggannya. "Kopi itu disajikan di depan customer, itu nanti dianalisa, diperiksa penyidik, dianalisa dan direkonstruksi, terjadi sebuah peristiwa pidana atau tidak," imbuhnya.
Polisi juga telah mengambil 6 sampel kopi di kafe tersebut, salah satunya sampel kopi yang diminum korban. Meski belum mendapat hasil resmi secara tertulis dari labfor, namun Krishna menyebut salah satu sampel mengandung zat sianida.
Polisi juga telah memeriksa saksi-saksi terkait peristiwa kematian Mirna ini. Kendati sudah mendapat informasi hasil Labfor, namun Krishna belum berani memutuskan apakah terjadi tindak pidana seperti pembunuhan dalam kematian Mirna itu.
Sebab, polisi masih akan mencocokkan sampel yang diambil dari kafe dengan sampel yang diambil dari lambung dan hati korban, hasil dari autopsi. (mei/mad)












































Foto: Rengga Sencaya
Foto: Rengga Sancaya