"Kalau wakil harus cocok dengan saya dong, kayak kamu menikah kalau enggak cocok emang enak? Dulu kan PDIP bukan ngajuin Djarot, nah saya lebih cocok sama Djarot jadi saya pilih Djarot dong. Kita tergantung saja, kamu maunya visi misi apa," ujar Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (11/1/2016).
Ahok mengatakan,sang wakil kelak harus memiliki kecocokan atau chemistry dengannya. Sama seperti Djarot Saiful Hidayat yang saat ini menjadi DKI-2 dari PDIP. "Ya kamu menikah atau pacaran sama orang yang enggak cocok capek kan? Kalau sama yang cocok kan enak. Kalau kayak Mas Djarot, orangnya kan emang enak, duduk-duduk terus ngomong gitu," sambungnya.
Ahok tidak tahu apakah kelak jika PDIP mendukung maka tetap bersama Djarot atau tidak. Ahok tetap membuka peluang menggandeng PNS yang berkualitas dan bersih."Saya enggak tahu, itu tergantung PDIP juga. Tergantung kita niatnya ke mana. Kan saya katakan kalau ketemu PNS jujur yang baru kenapa tidak? Karena sekarang stigma orang kan PNS itu malas, bodoh dan korupsi," kata Ahok.
"Soal PNS ini akan gabung partai atau jadi anggota partai urusan kedua buat saya. Jadi minimal ada PNS yang bisa buktikan, bisa saja PNS kalau keluar lalu masuk partai kan bisa saja. Saya sih enggak campur kalau itu," pungkasnya. (aan/mad)











































