"Ini yang pertama (memberi sambutan sebagai Presiden). Ini menunjukkan bahwa sinergi antara Presiden dengan partai pengusung sekaligus Ketum kan juga sebagai koordinator kerjasama di pemerintah," kata politisi PDIP Hendrawan Supratikno di sela-sela Rakernas PDIP di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (10/1/2016).
Detikcom meralat berita ini. Sebelumnya ditulis narasumber Mensesneg Pratikno, namun yang sebenarnya yang berbicara adalah politisi PDIP Hendrawan Supratikno. Detikcom mencabut berita sebelumnya dengan menulis ralat. Detikcom meminta maaf kepada Mensesneg atas ketidaknyamanan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jokowi berpidato di acara pembukaan dengan memaparkan kinerja pemerintah. Di sesi tertutup, Jokowi yang memakai jas PDIP lalu memberi arahan ke kader.
Hendrawan melihat sinergi yang semakin baik ini tumbuh dari interaksi yang lebih intens. Dengan demikian, baik Jokowi maupun PDIP terbiasa dengan gaya masing-masing.
"Di saat yang sama, Pak Jokowi juga semakin hari semakin percaya diri, semakin tampil dengan lugas," ungkapnya.
Jokowi dan PDIP juga dianggap saling memberi kesempatan satu sama lain. Dengan demikian, masukan dari PDIP juga bisa terserap ke program pemerintah.
"PDIP juga memberi kesempatan kepada Pak Jokowi untuk mengakumulasi ke arah mana untuk menunjukkan programnya dan pada yang saat yang sama juga Pak Jokowi memberi waktu kepada PDIP untuk memberikan masukan konstruktif," jelas Hendrawan.
Menurutnya, PDIP bisa melihat bahwa Jokowi mampu menerjemahkan ideologi partai terkait pembangunan, Hendrawan juga menganggap sudah ada kerja sama yang baik antara partai-partai dan pemerintah.
"Itu bagian dari komunikasi dan koordinasi yang lebih baik," tandasnya.
Saat berpidato, Jokowi memang sempat melontarkan pujian untuk PDIP serta Megawati. PDIP dianggap mampu menjaga soliditas di usianya yang ke-43.
"Kita patut bersyukur ke hadirat Allah SWT, di usia yang ke-43 PDIP tetap konsisten menjadi partai ideogis dan mampu menjaga soliditas menjadi partai kuat, partai yang berkuasa di Tanah Air," kata Jokowi.
"Semua itu terjadi menurut pendapat saya karena PDIP dijaga keteguhan hatinya dan sikap yang berprinsip dari ketum-nya Ibu H Megawati Soekarnoputri dalam menegakkan fatsun-fatsun politiknya, didukung kader-kader ulet dan tahan banting dari seluruh kader PDIP," sambung Jokowi disambut tepuk tangan riuh.
(imk/dnu)











































