"Yang satu (teman korban) sudah (diperiksa), yang satu lagi nunggu panggilan untuk diperiksa hari Senin. Tadi malam diminta ke kantor tidak mau, tapi tadi malam kita tidak bisa memaksanya membawa ke kantor karena statusnya masih saksi," jelas Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombea Krishna Murti kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (10/1/2016).
Namun, saat ditanya siapa teman korban yang tidak mau diperiksa itu, Krishna tidak mau menyebutkan identitasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat itu, Jesica memesankan 3 minuman yang terdiri dari cocktail dan fashioned sazerac serta es kopi Vietnam yang kemudian diminum korban. Mirna langsung kejang-kejang setelah meminum es kopi tersebut.
Tetapi, saat ditanya apakah betul Jesica telah terbang ke Sydney, Krishna menjawab diplomatis. "Ada di mana, tenang sajalah," jawabnya.
Krishna mengatakan, pihaknya akan memeriksa ulang saksi-daksi di lokasi kejadian. Tidak hanya teman Mirna yang saat itu bersamanya, tetapi juga pegawai kafe dan keluarga korban akan diperiksa ulang untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat terkait kasus tersebut.
"Saksi-saksi akan kita periksa ulang, temannya yang melihat peristiwa itu, saksi di TKP, pemilik kafe kami akan interview segera karena harus diketahui detail peristiwa sampai tergeletaknya korban Mirna," lanjutnya.
Pemakaman Mirna |
Krishna mengatakan, pihaknya telah mengambil 6 sampel kopi di kafe tersebut, yang salah satunya kopi yang diminum korban. Hasil tes laboratorium diketahui, salah satu sampel kopi yang diminum korban mengandung zat sianida.
Meski demikian, polisi belum bisa menyimpulkan apakah terjadi tindak pidana dalam peristiwa kematian korban ini atau tidak. "Kami belum simpulkan sedemikian jauh, kami masih kumpulkan keterangan dan masih nunggu hasil labfor resmi dan belum bisa sampaikan terjadi tindak pidana atau tidak," tutup Krishna. (mei/nrl)












































Pemakaman Mirna