Fahri: Ada yang Gatal Ingin Rebut Kursi Saya

Fahri: Ada yang Gatal Ingin Rebut Kursi Saya

Elza Astari Retaduari - detikNews
Minggu, 10 Jan 2016 15:26 WIB
Foto: Lamhot aritonang
Jakarta - Internal PKS di bawah kepemimpinan Presiden PKS Sohibul Uman dikabarkan mendesak Fahri Hamzah mundur dari kursi pimpinan DPR. Fahri pun mengklaim ada yang ingin menjegal dirinya.

"Jadi seolah-olah memang ada orang mulai agak gatal-gatal ingin ganggu saya, padahal tidak ada pintunya," ungkap Fahri usai menghadiri pembukaan Rakenas PDIP di JIExpo Kemayoran, Jakpus, Minggu (10/1/2016).

Fahri menyebut bahwa sejumlah internal partai telah mengeluarkan statement tentang desakan agar Fahri mundur dari jabatannya sebagai Wakil Ketua DPR. seperti Ketua DPP PKS Al Muzammin Yusuf, Wakil Sekjen DPP Mardani Alisera, dan Presiden PKS sendiri, Sohibul Iman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Elite PKS tersebut mengungkap akan adanya evaluasi oleh Badan Penegak Disiplin Organisasi (BPDO) DPP PKS tentang Fahri. Sementara kata Fahri, BPDO tidak berhak melakukan evaluasi tersebut.

"Dalam AD/ART PKS tidak ada tugas daripada BPDO untuk mengevaluasi. BPDO hanya bertugas menerima laporan apabila ada kader yang dilaporkan masyarakat terkait tindakannya sebagai kader. Sehingga evaluasi tidak ada, tetapi kalau proses etik di dalam itu biasa," jelas Fahri.

Sekretaris harian Koalisi Merah Putih ini pun menyayangkan akan tindakan yang telah dilakukan kolega-koleganya. Ia menyebut ada yang bermaksud merebut kursinya di DPR.

"Patut disayangkan kalau ada pejabat PKS yang mengatakan ada evaluasi, padahal tidak ada. Apalagi dia mengatakan BPDO melakukan evaluasi, padahal itu bukan merupakan tugas BPDO. Dalam tradisi PKS tidak ada begini-begini diomongkan ke luar. Ada perebutan kursi, ini agak tabu di PKS," tukasnya.

Fahri lantas menyebut bahwa isu yang beredar itu telah mengganggu dirinya. Namun ia sendiri belum bisa memastikan apa motif sesungguhnya terkait desakan mundur dari tubuh partainya sendiri dari kursi pimpinan DPR.

"Kan ngomong-ngomong kayak gitu mengganggu. Kursi anggota di DPR kan ada 40 orang, kenapa iseng sama kursi saya? Kursi kan banyak, bawa dari rumah juga bisa. Banyak orang yang belum dewasa," tutup Fahri sambil bergurau.

(elz/van)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads