Keluarga Setuju, Jenazah Mirna Dibawa ke RS Polri untuk Diautopsi

Keluarga Setuju, Jenazah Mirna Dibawa ke RS Polri untuk Diautopsi

Hardani Triyoga - detikNews
Minggu, 10 Jan 2016 00:05 WIB
Keluarga Setuju, Jenazah Mirna Dibawa ke RS Polri untuk Diautopsi
Foto: Andhika Akbaransyah
Jakarta - Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya berhasil membujuk keluarga Wayan Mirna agar jenazah Mirna diautopsi untuk kepentingan penyelidikan. Jenazah Mirna langsung dibawa ke RS Polri Kramatjati.

Upaya membujuk dilakukan Ditreskrimum Polda Metro Jaya dengan menemui keluarga Mirna di rumah duka RS Dharmais. Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes (Pol) Khrishna Murti ditemani Kabid Dokkes Polda Metro Jaya Kombes (Pol) Musyafak.

"Saya hari ini bicara dengan orangtua dan keluarga besar meyakinkan mereka dilakukan autopsi. Kalau tidak mau autopsi, saya sampaikan mereka (keluarga) membuat pernyataan, kasus kami close, tidak ada lagi penyelidikan. Dan akhirnya mereka setuju. Jadi, malam ini, jenazah akan dibawa ke RS Polri Kramatjati," ujar Khrisna di rumah duka RS Dharmais, Jakarta Barat, Sabtu (9/1/2016).
Direskrimum Polda Metro Khrisna Murti. Foto: Hardani/detikcom

Dia menekankan penjelasan autopsi sudah diterangkan juga oleh Kabid Dokkes Polda Metro Jaya Kombes Musyafak kepada keluarga termasuk orangtua Mirna. Setelah dijelaskan, keluarga Mirna yang sebelumnya menolak autopsi akhirnya setuju.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Khrisna menerangkan proses autopsi ini tak akan menghambat jadwal pemakaman Mirna yang rencananya dilakukan Minggu (10/1).

"Dengan konsultasi Kombes dokter Musyafak, tadi ada tadi, ya dijelaskan autopsi dan selesai dilakukan autopsi akan dikembalikan ke Dharmais. Dan besok bisa dimakamkan," tuturnya.

Lanjutnya, dia menerangkan dalam kasus kematian Mirna memang diduga tak wajar. Maka, autopsi ini diperlukan untuk bisa memberikan hasil kesimpulan dari penyelidikan awal yang dilakukan Polsek Tanah Abang.
Tim kepolisian sebelum membawa jenazah Mirna ke RS Polri. Foto: Hardani/detikcom

"Dari kesimpulan sementara yang dilakukan penyelidikan awalnya oleh Polsek Tanah Abang, karena laporan polisi waktu itu dilakukan di Polsek Tanah Abang, dan Polda Metro Jaya melakukan supervisi. Ada indikasi memang, kematian korban tidak wajar," sebutnya.

Menurutnya, autopsi ini juga agar kasus ini tak berkembang liar dengan persepsi yang dikhawatirkan salah.

"Tidak wajar itu bisa karena apa saja. Bisa karena faktor kesehatan, atau faktor-faktor lain. Tapi, isu berkembang liar. Permasalahannya orangtua dan keluarga selama ini tidak mau autopsi. Kalau kematian ini tak wajar dan tak ada autopsi maka polisi tidak bisa melakukan penyelidikan maupun penyidikan," tuturnya.

Seperti diketahui, Mirna diketahui meninggal secara misterius setelah meminum es kopi di Cafe Olivier, Grand Indonesia, Jakarta, Rabu (6/1).

(hat/bag)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads