"Tim KBRI segera bergerak ke rumah sakit di mana jenazah ada," kata Menlu Retno, di Taman Ismail Marzuki, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (9/1/2016).
Namun, ia tidak mengetahui berapa jumlah pasti berapa WNI yang mengalami luka-luka. Ia mengatakan, timnya akan selalu mengupdate perkembangannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jumlah penumpang bus sebanyak 41 orang (termasuk supir). KBRI telah lakukan identifikasi atas korban luka di RS Sungai Buloh. Sejauh ini 28 WNI diketahui selamat dan berada di kantor polisi Kuala Selangor.
Sementara itu korban luka dan meninggal yang sudah teridentifikasi sebanyak 9 orang. Selanjutnya satgas akan mengunjungi RS Tanjung Karang untuk mengunjungi korban luka-luka lainnya untuk mengetahui data seluruh korban. KBRI akan terus berkoordinasi dengan otoritas setempat guna memastikan seluruh korban meninggal maupun luka tertangani dengan baik.
"Empat orang masih dirawat di rumah sakit, sisanya sudah dibolehkan pulang," imbuh Retno.
KBRI berkoordinasi dengan Kantor Polisi Kuala Selangor dan Hospital Tanjung Karang untuk pendataan korban lainnya. KBRI juga akan meminta informasi ke polisi mengenai tanggung jawab perusahaan bus Ayah Raja atas kejadian ini dan apakah penumpang tercover asuransi perjalananan atau tidak.
Berdasarkan informasi dari Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia & Bantuan Hukum Indonesia (PWNI & BHI) Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Lalu Muhammad Iqbal, kecelakaan itu terjadi pada pukul 05.00 pagi. Kecelakaan sebuah bus wisata yang berangkat dari Taman Seni Kuala lumpur tujuan Pelabuhan Jetty Perak terperosok ke dalam parit di Km 46 daerah Asam Jawa (4 Kilometer sebelum IPD kuala selangor).
Kemlu dan KBRI Kuala Lumpur telah membuka hotline bagi keluarga korban. Hotline KBRI Kuala Lumpur di +60 19 334 5114 (Bapak Yudha). Hotline Kemlu di 081289009045 (Bapak Herman). Untuk mengetahui perkembangan terakhir penanganan, media juga dapat menghubungi KBRI Kuala Lumpur di +60193747094 (Bapak Dino). (bag/bag)










































