RI Dianggap Langgar Perbatasan
Malaysia Kirim Nota Protes
Senin, 07 Mar 2005 09:15 WIB
Jakarta - Giliran Malaysia yang mengirim nota protes resmi pada pemerintah Indonesia. Sebelumnya, Indonesia lebih dulu mengirimkan nota serupa pada pemerintah negeri jiran itu.Nota protes itu disampaikan karena Malaysia menyebut kapal TNI AL telah memasuki perairan yang masuk teritorialnya. Demikian dikatakan Menlu Datuk Seri Syed Hamid Albar seperti dilansir Bernama.Dia menyebut bahwa armada Indonesia itu memasuki wilayah Malaysia hampir 8 nautikal mil melewati perairan Batuan Unarang dekat Pulau Sebatik di Laut Sulawesi."Saya telah diberi informasi atas insiden yang terjadi Sabtu lalu. Kami telah mengirimkan nota protes pada Indonesia. Reaksi Jakarta diperkirakan tak baik," katanya pada pers.Hamid Albar menegaskan bahwa Kuala Lumpur tidak ingin memecahkan kesalahpahaman dengan Jakarta ini dengan kekuatan militer. Dia mengharapkan solusi dapat dicapai melalui meja negosiasi dan jalur diplomasi."Malaysia menganggap semua kegiatannya berada di perairan teritori dan wilayahnya. Namun mungkin Indonesia mempunyai perbedaan pendapat. Meski demikian, kami (Kuala Lumpur dan Jakarta) dapat duduk bersama dan berdiskusi," ungkapnya.Hamid Albar menyatakan, AL Kerajaan Malaysia telah menempatkan dua kapal perang di perairan yang diperebutkan. Kapal itu hanya ditugaskan untuk memonitor situasi dan berpatroli dalam perairan Malaysia."Kami tidak ingin melakukan sesuatu kemungkinan yang tidak menguntungkan. Perintah pada kapal AL kita itu adalah melindungi teritori Malaysia dan tidak melakukan konfrontasi," tandas Hamid Albar."Berdasarkan informasi yang kami terima, area tersebut masuk teritori kami dan perairan teritorial kami. Kami memrotes kehadiran setiap militer asing di teritori dan perairan teritorial kami," sambungnya.Pada Minggu kemarin, Indonesia juga menuduh Malaysia telah melanggar batas Indonesia. Indonesia menyebut pesawat pengintai maritim Malaysia jenis Beech Craft B 200 T Super King melakukan manuver 6 kali di wilayah Indonesia. Kapal perang Tentara Laut Diraja Malaysia KD Kerambit juga muncul. Pada Sabtu (5/3), Indonesia juga menuduh KD Serambit memasuki wilayah Indonesia.Seperti diketahui, ketegangan Indonesia dan Malaysia mencuat kembali setelah Petronas memberi konsesi pada Shell untuk mengekspolarasi minyak di Blok ND6 dan ND 7 yang masuk dalam kawasan Blok XYZ. Indonesia menyebut blok yag diklaim Malausia itu sebagai Blok Ambalat dan Blok East Ambalat. Indonesia telah mengirim nota protes atas kebijakan Petronas itu pada medio Februari 2005.Di Blok Ambalat, Indonesia telah memberikan konsesi kepada ENI (Italia) pada 1999. Konsesi di Blok East Ambalat diberikan kepada Unocal (AS) pada 2004.
(nrl/)











































