"Kalau ada yang endak mau islah, ya pasti mau. Jangan diandai-andai lagi," kata Mbah Moen usai menghadiri acara ulang tahun ke 15 Yayasan Roushon Fikr di Jalan Kapten Tendean Jombang, Sabtu (9/1/2016).
Soal sikap kubu Djan Faridz yang bersikukuh menolak Islah, Mbah Moen hanya menanggapi santai. Pengasuh Ponpes Al Anwar Rembang, Jawa Tengah ini menyerahkan sikap Djan Faridz kepada Alloh SWT.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nampaknya Mbah Moen mendukung upaya kubu Romi yang akan menggelar Muktamar Islah untuk menghentikan kekisruhan di internal PPP. Namun, ulama yang menjabat Ketua Majelis Syariah berdasarkan hasil Muktamar Bandung ini enggan menyebut siapa sosok yang tepat untuk memimpin DPP PPP jika terjadi islah.
"Saya tidak ada gambaran, tapi pokoknya yang bisa mempersatukan kedua belah pihak, dan itu juga banyak," tandasnya.
Di sela acara, Mbah Moen bertemu dengan beberapa petinggi PPP seperti Lukman Hakim Saifuddin yang juga Menag, Romahurmuziy, Emron Pangkapi, dan Musyafa Noer.
Foto: Enggran EB/detikcom |
Ketum PPP hasil Muktamar Surabaya, Romi mengatakan, upaya islah sebagai langkah untuk kembali ke titik nol. Dia berharap semua pihak di dalam PPP untuk legowo.
Saat ini pihaknya sibuk untuk menyiapkan Muktamar Islah. Salah satunya menggelar pemilihan Ketua Umum DPP PPP hasil Muktamar Bandung 2010 sebagai pelaksana tugas dari Suryadarma Ali yang resmi mengundurkan diri. Setelah itu, pihaknya akan menjalin komunikasi dengan kubu Djan Faridz.
"Setelah kita tetapkan Plt, tentu akan ada komunikasi pelaksana tugas dengan pak Djan faridz. Kemarin saat rapat kami undang pengurus harian di Pak Djan Faridz, namun masih ada hambatan psikis. Harapan kami hambatan psikis itu bisa menghilang. Yang kami inginjan persatuan PPP," tandasnya (ugik/trw)












































Foto: Enggran EB/detikcom