Petinggi PPP Temui Mbah Moen Minta Arahan Soal Muktamar Islah

Petinggi PPP Temui Mbah Moen Minta Arahan Soal Muktamar Islah

Enggran Eko Budianto - detikNews
Sabtu, 09 Jan 2016 15:23 WIB
Petinggi PPP Temui Mbah Moen Minta Arahan Soal Muktamar Islah
Foto: Enggran Eko B/detikcom
Jombang - Lukman Hakim Saifuddin, politikus PPP yang juga Menteri Agama, bersama sejumlah petinggi PPP lainnya menemui KH Maimun Zubair (Mbah Moen) di Jombang, Sabtu (9/1/2016). Tujuannya tak lain ingin mendapatkan arahan dari Mbah Moen yang notabene sebagai sesepuh PPP terkait rencana Muktamar Islah.

"Kami ingin menemui KH Maimun Zubair karena beliau dalam struktur kepengurusan hasil muktamar Bandung adalah Ketua Majelis Syariah dan beliau sesepuh kami. Sudah seharusnya kami sowan ke beliau sekaligus untuk melaporkan perkembangan terakhir terkait pencabutan SK Kemenkum HAM," kata Lukman usai acara ulang tahun Yayasan Roushon Fikr di Jalan Kapten Tendean Jombang. Mbah Moen yang merupakan pengasuh ponpes di Sarang, Rembang, hadir di Jombang dalam rangka mengikuti acara ini.

Dalam struktur kepengurusan DPP PPP hasil Muktamar Bandung 2010, Lukman menjabat sebagai Wakil Ketua Umum di partai berlambang ka'bah itu. Selain Lukman, acara tersebut juga dihadiri sejumlah petinggi PPP lainnya. Antara lain, Mbah Moen, Romahurmuziy, Emron Pangkapi, dan Musyafa Noer.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lukman menjelaskan, adanya SK Kemenkum HAM yang mencabut kepengurusan DPP PPP hasil Muktamar Surabaya, praktis kepengurusan PPP kembali ke hasil Muktamar Bandung dengan Suryadharma Ali sebagai Ketua Umum dan Romahurmuziy sebagai Sekjend. Terlebih lagi sampai saat ini Kemenkum HAM juga belum mengesahkan kepengurusan DPP PPP hasil Muktamar Jakarta.

Namun demikian, lanjut Lukman, pihaknya tak ingin perpecahan di kubu PPP berlarut-larut. "Satu-satunya cara untuk menyatukan dualisme kepengurusan PPP adalah muktamar, muktamar itu tidak lain muktamar Islah saja,"Β  ujarnya.

Oleh sebab itu, dia bersama petinggi PPP lainnya menemui Mbah Moen. Tujuannya salah satunya ingin meminta saran terkait rencana Muktamar Islah tersebut. "Kami juga ingin mendapat arahan dan masukan dari beliau (Mbah Moen) seperti apa," imbuhnya.

Pasalnya, pengurus DPP PPP hasil Muktamar Bandung yang bisa mengantar ke Muktamar Islah justru dalam kondisi tak utuh. Ketua Umum Suryadarma Ali menyatakan mundur setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi dana haji oleh KPK. Sehingga harus ada sosok yang mengisi jabatan Ketua Umum.

"Kami sudah menggelar rapat kemarin. Sudah disepakati ada peraturan DPP PPP bahwa salah satu dari 4 wakil ketua umum yang akan menjalankan tugas dan kewenangan ketua umum. Untuk siapanya akan kami tentukan dalam rapat berikutnya, insya Alloh Senin," cetusnya.

Keempat waketum tersebut adalah Suharso Manuarfa, Emron Pangkapi, Hasrul Aswar, dan Lukman Hakim Saifuddin. Dalam rapat Senin depan, menurut Lukman, juga akan dibahas rencana Mukernas. Forum setingkat di bawah muktamar ini lah yang bakal menentukan waktu penyelenggaraan Muktamar Islah.

"Nanti Muktamar Islah akan melahirkan pengurus DPP PPP yang sah untuk 5 tahun ke depan. Kami berikhtiar untuk mengajak semua kekuatan PPP untuk Muktamar Islah. Kami bangun komunikasi dan kesepahaman," tandasnya.

Pertemuan antara petinggi PPP dengan Mbah Moen nampaknya bakal digelar secara tertutup di tempat lain. Setelah menghadiri acara ulang tahun ke 15 Yayasan Roushon Fikr, mereka bertolak ke tempat yang masih dirahasiakan. (ugik/trw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads