"Belum kelar (hasil uji labnya)," ujarย Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes M Iqbal, ketika dihubungi, Sabtu (9/1/2016).
Menurut Iqbal, karena hasil dari lab belum keluar belum dapat diketahui apakah benar Mirna minum obat pelangsing sebelum menyeruput kopi lalu meregang nyawa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau ada racun tikus, mati semua satu kafe. Kemungkinan besar kami sudah dengar masukan, yang bersangkutan ada riwayat kesehatan," kata Krishna, Jumat (8/1/2016).
Menurut Krishna, jangan ada tudingan apapun terkait apa yang terjadi pada Mirna. Semua pihak diminta menunggu hasil uji lab kopi dan cairan dari lambung almarhumah.
Mirna meninggal pada Rabu (6/1/2016) usai menyeruput kopi di Mal Grand Indonesia. Menurut dokter Joshua, dokter di klinik Mal GI yang menangani Mirna pertama kali, tidak ada keracunan di tubuh Mirna.
"Nggak ada tuh tanda keracunan, pingsan saja, lemes, pandangan kosong. Kalau tanda-tanda keracunan kan pasti muntah-muntah atau batuk-batuk, maksimal sampai batuk atau muntah darah karena kalau racun itu kan menyerang pembuluh darah," kata Joshua ditemui di klinik, Jumat (8/1/2015). (nwy/trw)











































