BNNP DKI Temukan 34 PNS DKI Terindikasi Positif Narkoba

BNNP DKI Temukan 34 PNS DKI Terindikasi Positif Narkoba

Ayunda Windyastuti Savitri - detikNews
Jumat, 08 Jan 2016 22:42 WIB
BNNP DKI Temukan 34 PNS DKI Terindikasi Positif Narkoba
Ilustrasi/ BNN melakukan tes urine terhadap 64 napi narkotika dan 30 petugas Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II A Purwokerto (Foto: Arbi Anugrah-detikcom)
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) secara tegas menyatakan perang terhadap narkotika. Karena itu Ahok melibatkan BNNP DKI Jakarta untuk rutin tes urine seluruh SKPD di setiap dinas.

Hal ini yang juga dilakukan oleh BNNP DKI Jakarta usai pelantikan 1.042 PNS di halaman Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (8/1/2016). Hal ini dilakukan guna mengecek kondisi fisik dan psikis seluruh pejabat eselon II-IV baru di lingkungan Ibu Kota.

"Jadi dalam rangka program khususnya perintah gubernur. Atas perintah beliau silahkan melakukan tes urine kepada seluruh SKPD yang ada di Pemprov DKI Jakarta, tanpa izin beliau. Jadi BNN mau masuk ke mana pun silakan," ujar Kepala Bidang Pencegahan BNNP DKI Sapari Partodiharjo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tes ini rutin dilakukan BNNP DKI agar ketahuan ada atau tidaknya PNS yang terindikasi ampetamin inex, ekstasi, sabu, kokain, morfin termasuk denso, THC atau ganja. Hasil tes tersebut nantinya diserahkan kepada Gubernur Ahok untuk menjadi laporan.

Sapari mengatakan pihaknya sudah melakukan tes urine di Dinas Perhubungan DKI, Dinas Sosial DKI, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI dan UPT Monas. Hasilnya, ada sejumlah SKPD yang terindikasi positif narkotika.

"(Tes di) Dishub, Dinsos, Disparbud dan Monas pada 2 Januari itu perintah Pak Gubernur. Hampir 1.000 SKPD yang ikut dan terindikasi 13 orang (positif konsumsi narkotika)," terangnya.

Selain di 5 tempat itu, BNNP DKI juga melakukan tes urine di Dinas Pekerja Umum dan Satpol PP. Hasilnya juga sedikit mencengangkan, dari 553 SKPD di Dinas PU ada 19 orang yang terindikasi positif narkoba.

"Satpol PP itu perintah Pak Ahok. Dari 293 orang ada 2 orang yang terindikasi positif," kata Sapari.

Dari hasil-hasil tes tersebut, Sapari menyimpulkan narkotika merupakan masalah serius di Ibu Kota. Sebab, pengguna narkotika tidak mengenal usia dan status sosial seseorang. Terbukti dari jumlah PNS DKI yang tergolong cukup tinggi.

"Mengerikan Jakarta ini," ujarnya. (aws/fdn)


Berita Terkait