Dari pantauan di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Jumat (8/1/2016) banner tersebut tersebar di jalur antrean masuk pintu keberangkatan di Terminal 2. Bukan cuma satu dua, tapi bisa ada sampai empat banner di tiap gate.
Isi tulisan pada banner itu adalah, 'Jangan pernah bercanda membawa bom! Menyampaikan informasi palsu, bergurau atau mengaku-ngaku membawa bom di bandara dan di pesawat udara dapat dikenakan pidana penjara'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tertulis pula, UU No 1 Tahun 2009 Tentang Penerbangan yang berisi sanksi sesuai Pasal 437. Sanksinya yakni berupa pidana dari 1 sampai 15 tahun penjara!
Beberapa penumpang di Bandara Soekarno-Hattaย mengaku sudah mengerti dan memahami soal larangan tersebut. Pemberitaan soal candaan membawa bom memang banyak diberitakan belakangan ini.
Hary misalnya, penumpang yang akan terbang ke Medan berujar kalau pidana yang diberikan memang tidak main-main. Dia pun mengaku heran, masih ada saja penumpang yang bercanda bawa bom.
"Itu kan sampai di penjara, ngeri juga. Lagian, ngapain sih bercanda bawa bom, nggak lucu kali," tuturnya.
Banner 'Jangan Bercanda Bawa Bom" di Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (8/1/2016). Foto: Afif Farhan/detikcom |
Sedangkan Intan yang berencana akan pulang kampung sekaligus liburan di Surabaya punya pendapat lain. Dia berujar, bisa saja orang-orang yang pernah ketangkap bercanda membawa bom punya kelainan jiwa.
"Bercanda seperti itu (bawa bom) sih kayaknya sudah nggak waras ya mas. Kalau orang normal, bercandanya kayaknya nggak akan begitu bercandanya," ujarnya.
Deni, penumpang lainnya mengaku tidak pernah berpikir sedikit pun soal bercanda membawa bom. Dia pun mengapresiasi banner-banner larangan tersebut agar terus mengingatkan penumpang.
"Bagus sudah ada banner seperti ini, terkait banyak pemberitaan seputar orang bercanda bawa bom di bandara. Kita sebagai penumpang harus jaga sikap dan omongan. Naik pesawat itu tidak main-main safetynya," paparnya.
(aff/fdn)












































Banner 'Jangan Bercanda Bawa Bom" di Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (8/1/2016). Foto: Afif Farhan/detikcom