"Enggak ada surat, yang ada itu telepon aja dan ada orang yang datang menginformasikan. Masalahnya saya umrah, jadi tidak bisa hadir, itu saja," ujar pria yang akrab disapa Emil itu di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Jumat (9/1/2016).
Jika tidak berangkat Umroh, kemungkinan pria berkacamata tersebut akan datang dalam pertemuan yang akan berlangsung 15 Januari 2016 tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Emil mengaku heran mengapa dirinya diundang dalam penjaringan bakal calon Gubernur DKI. Padahal, menurutnya, selama ini dia tidak pernah melakukan lobi-lobi politik kepada Partai Gerindra ataupun partai-partai lainnya untuk ikut dalam bursa pencalonan Gubernur DKI Jakarta.
"Saya tidak sedikitpun tidak melakukan kasak kusuk. Tidak pernah ngobrol dengan konsultan politik. Tidak sedang membranding diri ke orang Jakarta. Mungkin banyak orang Jakarta yang mengakses saya lewat aktivitas saya di sosial media," ungkapnya.
Hingga saat ini, pria berlatarbelakang arsitek itu belum memikirkan untuk menjadi kepala daerah di wilayah lain.
"Saya lagi konsen di Bandung. Saya kan baru mulai, belum beres masa harus pindah," tandasnya.
Seperti diketahui Partai Gerindra berencana mengumpulkan sejumlah nama dalam persiapan menghadapi pemilihan Gubernur DKI 2017 . Nama Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menjadi salah satu dari delapan nama yang muncul dari hasil rapat kader DPD Partai Gerindra DKI Jakarta.
(avn/van)











































