"Kalaupun nanti ada yang unjuk rasa dan massa, akan kita arahkan ke IRTI sana, atau di Monas di tempat yang telah kita siapkan. Yang di tempat biasa ada demo di situ. Kemudian perwakilan yang menyampaikan gugatan," tutur Tito saat meninjau pengamanan di MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jumat (8/1/2016).
"Tanggal 18 (Januari), 19 dan seterusnya kalau ada keberatan jangan membawa massa di depan karena akan mengganggu lalu lintas dan ketertiban publik. Pasti akan kita arahkan ke sana," kata Tito menegaskan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ring satu di dalam, ring dua di luar, ring tiga di jalan sana. Kemudian ada yang tertutup dan ada yang terbuka. Berpakaian preman di dalam. Ada tempat escape juga kita siapkan," jelasnya.
Jika ada ketidakpuasan, Tito berharap massa menyalurkan dengan cara-cara yang baik dan tidak anarkis.
"Nantinya termohon, tanggal 18 nanti, ada keputusan mana yang boleh lanjut mana yang tidak. Itu juga akan ada kerawanan. Mungkin ada yang tidak puas. Kita mengharapkan keberatan-keberatan itu disalurkan dengan cara yang benar. Sesuai dengan prinsip UU 1998 tentang menyampaikan pendapat di muka umum," papar Tito.
"Artinya kalau ada keberatan yang mau disampaikan ke MK silakan disampaikan dengan cara-cara yang damai. Jangan anarkis. Tidak usah juga menggunakan massa," cetus Tito menutup pembicaraan. (rna/asp)










































