Maling Sakti Resahkan Warga Semarang

Maling Sakti Resahkan Warga Semarang

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Jumat, 08 Jan 2016 04:24 WIB
Warga Jomblang Legok diteror maling sakti (Foto: Angling/detikcom)
Semarang - Warga Jomblang Legok, Candisari, Semarang, diteror maling yang dianggap sakti. Sudah berkali-kali maling itu dikejar dan dikepung namun hilang bak ditelan bumi. Saking meresahkan, warga sampai ada yang memilih pindah tempat tinggal.

Aksi terakhir terjadi Kamis (7/1/2015) petang sekitar pukul 18.00. Saat ituΒ  warga bernama Titik Surono mendengar suara langkah kaki di ternit rumahnya. Segera dia keluar rumah dan berteriak.

"Saya lagi wudhu mendengar suara 'kletek-kletek' di ternit. Saya langsung keluar teriak maling," kata Titik di lokasi kejadian, Kamis (7/1/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Warga yang mendengar teriakan Titik langsung berkumpul dan mencoba mengejar. Saat itu warga melihat sekelebat pelaku berpindah dari atap rumah Titik ke rumah di sebelahnya.
Warga Jomblang Legok berjaga-jaga (Foto: Angling/detikcom)
"Maling lompat dari genteng ke genteng sebelah," ujarnya.

Melihat hal itu warga langsung mengepung dan berusaha mencari. Namun setelah ditunggu lama dan di cek, maling itu hilang. Sekira pukul 21.00 warga mulai membubarkan diri karena tidak terlihat tanda-tanda pelaku.

Pencurian yang kerap terjadi di kawasan tersebut meresahkan warga akhir-akhir ini karena terjadi beberapa kali. Bahkan salah satu warga bernama Dimas pindah rumah karena sebulan lalu kehilangan kamera dan handphone.

"Yang kemalingan itu sampai pindah karena takut," ungkapnya.

Maling itu dianggap sakti karena belum lama ini warga juga sempat mengepungnya karena mencuri di rumah salah satu warga. Namun saat itu si maling juga menghilang dengan misterius, padahal warga juga sudah mengejar sampai masuk ternit.

"Padahal sudah terlihat jelas ada jejak baru di tembok, ternit jebol, tapi ya hilang. Kemarin itu ditungguin sampai jam 06.00, beneran hilang," ujar warga lainnya, Arif.

Pencurian di Jomblang Legok dan sekitarnya itu bak teror karena bulan November 2015 lalu terjadi pencurian di rumah makan dan rumah warga tidak jauh dari gang Jomblang Legok. Saat itu maling sempat terpergok dan mengancam menggunakan senjata tajam.

Maling yang terpergok itu ternyata dendam dan keesokan harinya datang kemudian melemparkan batu ke kaca rumah warga yang memergokinya hingga pecah. Sejak saat itu warga merasa diteror karena beberapa aksi pencurian terjadi dan menghilangkan barang-barang serta uang. Pihak kepolisian sudah sempat melakukan tindakan namun belum bisa membuahkan hasil.

Saat ini, meski warga sudah mulai meninggalkan lokasi menghilangnya maling sakti itu, masih ada beberapa orang yang berjaga-jaga. Warga berharap teror maling tersebut segera berakhir. (alg/hri)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads