"Kita sudah kirim surat ke USA ke tempat dia bekerja dulu, tapi memang dr Randall ini bermasalah di sana, bahkan dia pernah diskorsing 3 kali," ujar kuasa hukum keluarga Allya, Rosita P Radjah, di PIM 1, Jl Metro Indah, Jakarta, Kamis (7/1/2016).
Karena sudah berkirim surat dan tidak mendapat respons, pihak keluarga akhirnya mengadu ke polisi. Tujuan keluarga melapor ke polisi supaya tidak ada korban lagi seperti Allya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rosita bercerita tentang mengapa Allya mau melakukan terapi di klinik mewah tersebut. Menurut Rosita, tadinya Allya ingin terapi di Paris, Prancis.
"Awalnya korban ingin ke Paris sekalian kuliah S2, tapi dengan promosi yang baik dan oke terus ditangani dokter luar negeri jadi kami tertarik ke sini," terangnya.
Sebelumnya diberitakan, Allya Siska tewas setelah menjalani terapi di klinik ini pada 6 Agustus 2015. Terapi adjustment dilakukan 2 kali sekaligus dalam sehari, yakni pada pukul 13.00 WIB dan 18.30 WIB. Malam harinya,Allya Siska mengeluh nyeri hebat di bagian leher dan akhirnya dilarikan ke UGD RS Pondok Indah. Kondisinya semakin memburuk, hingga akhirnya menghembuskan napas terakhir pada pukul 06.15 WIB keesokan harinya.
![]() |











































