DetikNews
Kamis 07 Jan 2016, 19:30 WIB

Antisipasi Hukuman Uang Pengganti, Jero Wacik Jaminkan Tanah dan Rekening

Ferdinan - detikNews
Antisipasi Hukuman Uang Pengganti, Jero Wacik Jaminkan Tanah dan Rekening Jero Wacik (Foto: Hasan Al Habshy/detikFoto)
Jakarta - Mantan Menteri ESDM Jero Wacik sudah ambil ancang-ancang dengan putusan (vonis) majelis hakim. Meski proses sidang belum selesai, Jero sudah ingin menyetorkan jaminan bila dirinya dihukum membayar uang pengganti.

Jero Wacik melalui penasihat hukumnya dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jl Bungur Besar, Kamis (7/1/2016) mengajukan surat ke Majelis Hakim yang dipimpin Sumpeno. Isi surat intinya meminta majelis hakim membuat berita acara atas jaminan yang disodorkan Jero.

Jero memang menjaminkan tanah dan bangunan miliknya di Bali serta 3 rekening di bank yang berisi uang pecahan dollar AS dan rupiah dengan total Rp 15,522 miliar.

"Karena Beliau tidak ada cash diserahkan tanah yang sudah appraisal, yang kedua rekeningnya untuk menambahkan nilai tanah. Jadi kalau diakumulasi Rp 15 miliar sekian," kata penasihat hukum Jero, Sugiyono, dalam ruang sidang.

Namun Majelis Hakim tidak bisa membuatkan berita acara sebab hal tersebut jadi ranah KPK. Memang KPK sudah memblokir sejumlah rekening dan serta tanah dan bangunan milik Jero saat menjalani proses penyidikan.

Harta yang diblokir inilah yang juga dijadikan Jero sebagai jaminan apabila dirinya dihukum membayar uang pengganti dalam perkaranya.

"Terdakwa punya niat beri jaminan, kemana akan diserahkan karena penyidikan sudah lewat. Karena pada waktu itu masuk tahap persidangan, kami serahkan ke Yang Mulia," sambung Sugiyono.

Jaksa Penuntut Umum pada KPK Yadyn mengaku sudah meneruskan permintaan Jero ke pihak penyidik. Namun belum ada jawaban. "Kami sudah dalam bentuk surat nota dinas, tapi belum ada jawaban," ujarnya.

Bagi Hakim Sumpeno permintaan Jero untuk menjaminkan harta miliknya cukup mengagetkan. Karena selama ini menurut Sumpeno belum ada terdakwa yang sudah bersiap-siap untuk mengurus kewajiban atas vonis yang belum disusun karena persidangan masih berjalan.

"Filosofi dari terdakwa niat baik, terdakwa menyerahkan tanah sebagai jaminan dan rekening di bank digunakan untuk jaminan terhadap nilai dakwaan (kerugian negara). Mungkin baru kali ini, (terdakwa) yang lain tidak ada permohonan untuk jaminan," tutur Sumpeno.

Dalam sidang Jero menegaskan, dirinya hanya ingin menyiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan putusan majelis hakim. Sidang Jero masih akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda pemeriksaan terdakwa.

"Terima kasih surat kami untuk menyampaikan jaminan sudah dianggap sebagai itikad baik. Kalau terjadi kesalahan administrasi kerugian negara, ada  niat baik saya untuk mengembalikan uang negara," ujar Jero.

Meski Jero siap menjaminkan hartanya, dia menegaskan tidak pernah melakukan perbuatan menyimpang sebagaimana yang didakwakan Jaksa KPK. "Ini kan kesalahan anak buah saya di administrasi. Nah kalau memang ada kerugian negara ya saya tanggung lah, saya bayari, padahal anak buah saya yang salah, kesalahan administrasi," sebutnya.

Jaksa Yadyn di luar sidang mengatakan Jero meminta dua hal yakni menginginkan pembukaan blokir dan menjaminkan sebagian harta yang sudah diblokir untuk antisipasi uang pengganti.

"Dalam pemblokiran itu ada yang ingin dijaminkan utk uang pengganti. Ada yang ingin dilepas blokirnya. Tp itu tindakan penyidikan. Surat sudah disampaikan ke penyidikan," ujarnya.

Jero dijerat 3 dakwaan. Pada dakwaan kesatu, Jero sebagai mantan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata didakwa menyelewengkan dana operasional menteri (DOM) untuk memperkaya diri sendiri dan keluarga. Total DOM yang diselewengkan Jero Wacik mencapai Rp 8.408.617.149.

Pada dakwaan kedua, Jero sebagai mantan menteri ESDM, didakwa melakukan pemerasan dengan cara memaksa anak buahnya melakukan pengumpulan duit. Uang hasil pengumpulan duit yakni Rp 10,38 miliar yang berasal dari imbal jasa (kickback) rekanan pengadaan kemudian digunakan untuk memenuhi keperluan pribadi Jero.

Sedangkan pada dakwaan ketiga, Jero Wacik didakwa menerima gatifikasi terkait jabatannya sebagai menteri ESDM. Gratifikasi diterima dalam bentuk pembayaran biaya pesta ulang tahun Jero tanggal 24 April 2012 di Hotel Dharmawangsa, Kebayoran Baru, Jaksel sejumlah Rp 349.065.174
(fdn/hri)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed