Menurut Saefulloh, senior porter yang memberi tahu lokasi yang pas untuk mencuri termasuk sekuriti yang bisa diajak bekerjasama. Barang curian juga diserahkan kepada senior porter, Saefulloh hanya menerima saja mentahnya.
"Iya," kata Saefulloh di Mapolres Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (7/1/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Biasanya keuntungan gede Rp 1 juta, paling juga Rp 300 ribu," terang dia.
"Kalau soal ngejual saya enggak tau. Saya cuma nerima doang abis itu saya dikasih duit. Kalau soal ngejualin saya nggak tahu," tambah dia.
Sekali beraksi dalam grup, ada tiga atau empat orang. "Kan satu pesawat itu bisa 4 atau 3 porter," imbuh dia.
Lalu, dia juga menegaskan tidak tahu para porter di bandara lainnya. Mereka hanya bekerja di Bandara Soekarno-Hatta saja. "Yang saya tahu cuma teman-teman grup saya doang," tutup dia.
![]() |











































