Warga Kampung Melayu Diminta Mau Dipindah ke Rusun
Minggu, 06 Mar 2005 18:00 WIB
Jakarta - Lurah Kampung Melayu HM. Lutfi Kamal menyarankan warga Kampung Melayu segera menerima usulan pemerintah untuk segera pindah ke rumah susun (Rusun). Hal ini disarankan berkaitan degan lokasi tempat pemukiman Kampung Melayu, khususnya di Kampung Pulo, yang kerap kebanjiran setiap kali hujan turun. "Usulan ini sudah diajukan ke Walikota Jakarta Timur, tapi hingga kini pihak walikota belum menyetujui. Karena melihat banyaknya masyarakat Kampung Melayu yang menolak di pindahkan ke rumah susun," kata Lutfi yang ditemui detikcom di lokasi pengungsian Sekolah Santa Maria, Jl Jatinegara Barat, Jakarta Timur, Minggu (6/3/2005).Lutfi mengakui, Sebagian warga ada yang menyetujui di pindahkan tapi masih banyak warga Kampung Melayu yang menolak. "Masalah banjir di Kampung Melayu sudah masalah tahunan manakala hujan turun di Jakarta Selatan pasti wilayah Kampung Melayu banjir. Belum lagi kalau datang kiriman dari Bogor dan Bekasi, karena itu warga perlu direlokasi," katanya. Perihal penolakan Rusun tersebut juga dinyatakan oleh Hasanuddin, salah satu warga Rt 15/ RW 2 Kelurahan Kampung Melayu, ayah dari 4 orang anak ini menolak untuk dipindahkan ke Rusun."Sebaiknya kalau mau memindahkan warga dari Kampung Melayu diberikan saja ganti rugi yang layak karena menurut saya alternatif Rusun bukan yang terbaik. Masih ada alternatif lainnya seperti pelebaran Kali Ciliwung dan pembangunan waduk," tegasnya.Hasanuddin juga mengaku engan untuk meninggalkan rumahnya untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman." Saya pertama mendapat info pukul 22.30 WIB tentang ketinggian air di Depok yang sudah mencapai 2,4 meter tapi saya tidak mau mengungsi, karena saya yakin air tidak akan naik lagi " tegasnya.sementara itu, hingga sore ini banjir yang menerpa di 8 RW di Kelurahan Kampung Melayu belum juga surut. Namun, Jl jatinegara Barat yang siang tadi ditutup karena banjir sudah mulai dibuka kembali.Menurut Bahri, warga RW 01 Gang Anwar, mengungkapkan air dirumahnya sudah setinggi plafon sehingga ia tidak bisa masuk ke dalam rumah. "Saya mengugnsi bersama istri, anak dan cucu saya sejak pukul 23.30 WIB Sabtu malam setelah mendengar kabar dari petugas RT, air di wilayah Depok naik," katanya ketika ditemui detikcom mengungsi di salah satu rumah warga di perumahan DPU, Jatinegara.Walaupun telah banyak warga yang mengungsi akibat banjir yang terjadi di Kelurahan kampung Melayu namun sampai saat ini bantuan untuk korban banjir belum ada. "Hingga kini bantuan logistik belum ada padahal pakaian dan barang-barang sudah hanyut," kata Ibu Jaja yang dinding rumah kontrakannya hancur diterpa banjir.Sementara itu mobil Puskemas Keliling Kelurahan Kampung Melayu yang parkir di depan Sekolah Santa Maria masih ramai didatangi pengungsi. Sebagian pengungsi mengeluh berbagai penyakit mulai dari gatal-gatal,batuk, diare, pegal-pegal, batuk pilek. Hingga sore ini sedikitnya 162 orang yang berobat di puskesmas keliling tersebut
(nal/)











































