Soal Ambalat, Ketua MPR Minta SBY Hubungi Langsung Badawi
Minggu, 06 Mar 2005 17:49 WIB
Jakarta - Ketua MPR Hidayat Nurwahid meminta agar pemerintah Indonesia bekerja maksimal untuk menyelesaikan masalah perairan Ambalat, daerah perbatasan Indonesia dengan Malaysia. Presiden SBY diharapkan berkomunikasi langsung dengan PM Malaysia Abdullah Badawi. Harapan Hidayat ini disampaikan kepada wartawan sebelum menutup PKS International Expo di ruang Kenangan II, Istora Senayan, Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (6/3/2005). Hadir dalam acara ini Pjs Ketua Umum PKS Tifatul Sembiring dan Sekretaris Menkop dan UKM M Fadjar serta ratusan tamu. "Pemerintah harus bekerja maksimal untuk menyelesaikan masalah Ambalat. Jangan sampai terprovokasi dengan pihak-pihak lain yang ingin memanfaatkan situasi. Karena Ambalat ternyata mengandung kekayaan alam yang jumlahnya Rp 4.200 triliun," kata Hidayat.Hidayat juga menyampaikan, sebenarnya Presiden SBY memiliki kedekatan dengan Abdullah Badawi. "Saya harap komunikasi langsung antara SBY dengan Badawi digunakan untuk menyelesaikan masalah ini," ungkapnya. Sesama warga Asean dan satu rumpun Melayu, Hidayat meminta, seharusnya Malaysia dan Indonesia saling mengerti. "Malaysia harusnya membantu Indonesia dalam menyelesaikan masalah terorisme, bukannya malah menambah beban Indonesia," jelasnya. Ditanya tentang plang yang bertuliskan 'Selamat Datang di Wilayah Malaysia' yang dipasang di Ambalat, Hidayat meminta agar plang itu dicabut. "Cabut saja itu. Kalau merujuk pada peninggalan Belanda, Ambalat merupakan teritori Indonesia. Malaysia tidak punya bukti apa pun bahwa Ambalat masuk wilayahnya," jelas Hidayat. Untuk mempertahankan Ambalat, Hidayat meminta agar pemerintah membangun mercu suar di tempat itu. Hidayat menolak internasionalisasi dalam penyelesaian masalah Ambalat ini.
(asy/)











































