Pada Senin (4/1/2015) kemarin giliran Partai Golongan Karya pimpinan Aburizal Bakrie (Ical) mengisyaratkan bakal merapat ke pemerintah. Apabila PAN, PKS dan Golkar resmi merapat ke pemerintah, KMP tinggal Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) sendirian.
Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon memastikan partainya tak akan bergabung dengan koalisi pendukung pemerintah. Partai besutan Prabowo Subianto itu tak takut sendirian berada di gerbong KMP.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Fadli, sistem akan menjadi kurang baik apabila semua pihak mendukung pemerintah. Fungsi kontrol tetap diperlukan. "Harus ada yang kontrol pemerintah. Ini untuk kebaikan rakyat juga," kata Fadli yang juga wakil ketua DPR ini.
Tahun lalu, PAN sudah secara resmi menyatakan mendukung pemerintah. PPP kubu Romi sudah sejak awal mendapatkan jatah menteri, sementara itu PPP kubu Djan dalam beberapa kesempatan menyatakan ingin ada konsensus nasional di mana semua pihak mendukung pemerintah.
Di akhir tahun kemarin, jajaran pengurus PKS datang ke istana dan bertemu dengan Presiden Joko Widodo. Sementara itu, yang terbaru adalah Golkar kubu Ical membuka opsi mendukung pemerintah.
Melihat manuver rekan-rekannya di KMP, Gerindra tidak ambil pusing. Fadli menyebut partai pimpinan Prabowo Subianto itu siap ditinggal sendirian.
"Walau sendirian, tidak ada masalah.
Partai-partai di KMP, saya yakin tetap di KMP. Prabowo katakan, walau sendirian tidak masalah," ujar Fadli. (imk/erd)










































