"Untuk ikuti acara penyerahan naskah RUPS terkait pergantian Direktur Utama Transportasi Jakarta Seperti diketahui pergantian jajaran pengurus di dalam sebuah organisasi adalah kekukuhan bahkan sebuah keniscayaan. Oleh karena itu maka pemegang saham dalam hal ini pemprov, memandang perlu dilakukan pergantian pengurus dalam hal ini Dirut," ujar Kepala BPMP ( Badan Penanaman Modal dan Promosi) DKI Jakarta, Catur Laswanto di kantor TransJ, Jakarta Timur, Kamis (7/1/2015).
Dia mengharapkan pergantian direktur utama ini akan membuat kinerja TransJ lebih baik. Budi Kaliwono harus bisa menjawab tantangan terkait pengadaan bus baru.
"Dengan bus baru mudah-mudahan jadi perhatian karena ini masalah krusial yang mengakibatkan kendalanya dalam pelayanan TransJakarta belum optimal. Hal lain yang jadi perhatian, banyak bus alami kerusakan bahkan kadang-kadang kebakaran karena ini jadi bagian kinerja catatan TransJ. Tentu kita tidak hanya sekedar membeli bus baru, rawat bus baru tapi hal lain bagaimana kinerja TransJ, terutama untuk jadi PT Transportasi Jakarta memberikan pelayanan nyama,n lancar tentu dibutuhkan kerja sama dan koordinasi berbagai pihak," tutur Catur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kordinasi penting juga dilakukan instansi lain, berkaitan anggaran nanti saya arahkan ke BPKP berkaitan PSO. Saya harapkan koordinasi dinas perhubungan semakin dekat, dan yang tak kalah penting lainnya, busway ini steril. Saya harapkan koordinasi lalu lintas bisa lebih baik.yang tak kalah penting bagaimana jadikan busway steril. Saya harapkan koordinasi dengan lalu lintas ditingkatkan," ujarnya.
Catur berharap usai serah terima jabatan direktur utama, manajemen TransJ di bawah kepemimpinan Budi Kaliwono dapat berlari kencang. Sehingga kebutuhan transportasi menjadi lancar dan memberikan pelayanan maksimal.
"Kenyamanan sebuah keharusan yang tidak bisa ditawar, kita ingin TransJakarta dengan MRT dan LRT bisa bersinergi sehingga dapat menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat Jakarta, dengan demikian diharapkan ada transportasi nyaman, lancar memadai dan murah, sehingga masyarakat mau beralih dari kendaraan pribadi, ke angkutan umum," paparnya.
"Sehingga akan lebih banyak investor yang datang ke Jakarta. Sebab dengan adanya kemacetan berat kalau tidak segera tuntas tingkat stres masyarakat Jakarta juga tinggi," paparnya.
(edo/Hbb)











































