Menlu Retno: 2015 Tahun yang Sibuk Bagi Diplomasi Indonesia

Menlu Retno: 2015 Tahun yang Sibuk Bagi Diplomasi Indonesia

Yudhistira Amran Saleh - detikNews
Kamis, 07 Jan 2016 12:46 WIB
Menlu Retno: 2015 Tahun yang Sibuk Bagi Diplomasi Indonesia
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memaparkan hasil kinerja kementeriannya selama tahun 2015. Dalam laporannya, Menlu menjelaskan sejumlah keberhasilan pemerintah Indonesia dalam menjalin hubungan dengan negara lain.

Beberapa capaian selama tahun 2015 antara lain menjaga kedaulatan NKRI, melindungi WNI & BHI di luar negeri, meningkatkan diplomasi ekonomi, dan meningkatkan peran Indonesia di kawasan dan dunia internasional. Hal itu diungkapkan Menlu Retno LP Marsudi di Ruang Nusantara, Kementerian Luar Negeri, Jalan Pejambon, Jakarta, Kamis (7/1/2016).

"Politik luar negeri Indonesia aktif bekerja. Tahun 2015 merupakan tahun yang sangat sibuk bagi diplomasi Indonesia. Dalam tahun 2015, telah dilakukan 64 pertemuan bilateral dan internasional oleh Presiden RI, 22 pertemuan Wakil Presiden RI," kata Menlu Retno LP Marsudi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Lebih dari 155 pertemuan pada tingkat Menteri Luar Negeri dan 46 pertemuan Wakil Menteri Luar Negeri. Lebih dari 158 perjanjian G to G telah disepakati oleh Indonesia dengan negara mitra," lanjutnya.

Retno juga menjelaskan, belum sampai empat bulan masa Pemerintahan Jokowi-JK, Indonesia sudah menjadi tuan rumah KTT Asia Afrika. Acara ini dihadiri oleh 117 negara dan 2850 delegasi.

"Pengakuan terhadap arti penting Indonesia juga dapat dilihat dari hadirnya sekitar 250 perwakilan negara sahabat dan organisasi internasional di Indonesia," ucap Retno.

Pada tahun 2015 juga ada empat mitra ASEAN yang telah membuka perwakilannya di Indonesia. "Dengan itu dengan banyaknya perwakilan asing di Indonesia semakin mengukuhkan Jakarta sebagai Diplomatic Capital of ASEAN," tuturnya.

Acara PPTM kali ini terasa spesial karena hampir seluruh mantan Menteri Luar Negeri hadir seperti Alwi Shihab, Hassan Wirajuda, dan Marty Natalegawa. Beberapa pemimpin redaksi dari media nasional dan internasional juga hadir salah satunya Pemimpin Redaksi detikcom Arifin Asydhad.

(yds/Hbb)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads