2 PNS Hilang, Kesbangpol Purbalingga Selisik Kaitan dengan Organisasi Tertentu

2 PNS Hilang, Kesbangpol Purbalingga Selisik Kaitan dengan Organisasi Tertentu

Arbi Anugrah - detikNews
Kamis, 07 Jan 2016 10:56 WIB
2 PNS Hilang, Kesbangpol Purbalingga Selisik Kaitan dengan Organisasi Tertentu
Ilustrasi (Foto: Grandyos Zafna)
Purbalingga - 2 PNS di Purbalingga, Jawa Tengah, menghilang. Hingga saat ini keberadaan keduanya tak diketahui. Mungkinkah mereka pergi bergabung dengan organisasi tertentu?

Kepala Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpol Linmas) Purbalingga, Satya Giri Podo, mengatakan Pemkab dan Polres Purbalingga sudah melakukan penelusuran terkait hilangnya Widodo Panca Nugraha yang menjabat Kasubbag Rapat pada Sekretariat DPRD Purbalingga. Namun, hingga kini belum membuahkan hasil. Diduga, saat ini Widodo sudah berada di Lampung yang disebut-sebut merupakan basis sebuah organisasi tertentu.

"Dari keterangan isteri Widodo diperoleh informasi yang bersangkutan sering berkomunikasi dengan seorang bernama Praptono Adi yang disebut-sebut sebagai mantan ketua organisasi di Purbalingga," kata Satya Giri Podo, Kamis (6/1/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dia, Praptono Adi yang disebut isteri Widodo merupakan seorang Sekretaris Kelurahan (Seklur) Kembaran Kulon, Kecamatan Purbalingga dan tidak pernah masuk kerja sejak beberapa bulan lalu.

Widodo juga intens berkomunikasi dengan seorang penjual roti bernama Misrun yang disinyalir menjadi pelopor ormas di Purbalingga.

Satya Giri menjelaskan, bukan hanya PNS di lingkungan Pemda Purbalingga, seorang perempuan muda bernama Silvinur Fitriani juga diduga bergabung dengan ormas tersebut. Hingga kini keberadaan wanita alumni SMAN 1 Purbalingga tahun 2013 tersebut masih belum diketahui.

Gerakan ormas tersebut di Kabupaten Purbalingga, tambah Satya Giri, cukup sistematis. Perekrutan anggotanya nyaris tak terendus. Namun mereka kerap menggelar kegiatan sosial.

"Terindikasi menyusup ke lingkungan birokrasi. Itu dapat dilihat dari banyaknya PNS yang mengundurkan diri dan mulai mengikuti kegiatan ormas tersebut," tutup Satya Giri. (arb/trw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads