Lagi-lagi PNS Hilang, Kali ini Terjadi di Purbalingga

Lagi-lagi PNS Hilang, Kali ini Terjadi di Purbalingga

Arbi Anugrah - detikNews
Kamis, 07 Jan 2016 10:04 WIB
Lagi-lagi PNS Hilang, Kali ini Terjadi di Purbalingga
Ilustrasi (Foto: Grandyos Zafna)
Purbalingga - Entah berkaitan atau tidak, ada 2 PNS di lingkungan Pemkab Purbalingga yang dilaporkan hilang setelah dr Rica Tri Handayani dan PNS di RSUP dr Sardjito Yogya serta PNS di RS Banyumas, mengalami kejadian serupa.

Kabag Umum Sekretariat DPRD Purbalingga Wahyu Ekonanto, mengatakan ada 2 PNS yang memiliki jabatan struktural di Kabupaten Purbalingga yang hingga kini tak ada kabarnya. Masing-masing bernama Praptono Adi, Sekretaris Kelurahan (Seklur) Kembaran Kulon, Kecamatan Purbalingga yang sudah tidak pernah masuk kerja sejak beberapa bulan lalu, dan Widodo Panca Nugraha yang menjabat Kasubbag Rapat pada Sekretariat DPRD Purbalingga.

"Widodo terakhir bekerja pada pertengahan Desember lalu. Setelah itu dia tak masuk kerja lagi. Telepon genggamnya tak bisa dihubungi," katanya kepada wartawan, Kamis (6/1/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Eko, perginya Widodo tidak diketahui oleh siapapun, termauk oleh keluarganya sendiri. Sang istri, Kencana Wulansari, telah melaporkan hilangnya sang suami kepada pihak kepolisian.

"Kami tidak tahu pasti dia ada di mana. Ada macam-macam informasi mengenai hal itu. Tapi kami tidak mau berspekulasi," jelasnya.

Dari informasi yang didapat sempat beberapa kali rekan Widodo menyebutkan keinginan Widodo yang ingin pindah ke Kalimantan dan mendirikan sebuah perkampungan bersama sebuah organisasi tertentu.

Sementara menurut penjabat Bupati Purbalingga, Budi Wibowo mengatakan pihaknya tengah berusaha mencari keberadaan dua PNS tersebut. Tapi sebelum hilang kontak, Adi sempat mengajukan pengunduran diri sebagai PNS.

"Sebelumnya Adi sudah sempat mengajukan pengunduran diri dari PNS di Pemkab Purbalingga. Widodo menghilang tanpa kabar, sejak 16 Desember 2015," ucapnya.

Dia mengaku heran dengan hilangnya dua PNS tersebut, apalagi sampai mengundurkan diri sebagai PNS, padahal keduanya satu almamater dengannya dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).

"Saya menilai ormas tersebut sudah meresahkan. Harus ada perhatian khusus," ujarnya.

Tak diketahui pasti, apakah orang-orang hilang ini memang mengikuti organisasi tertentu atau tidak. Sebab, sejauh ini, mereka belum diketahui keberadaannya. (arb/trw)


Berita Terkait