Tolak Kenaikan BBM: "Nyesel Banget Pilih SBY"
Minggu, 06 Mar 2005 14:49 WIB
Jakarta - Forum Kota (Forkot) melanjutkan aksi sejuta tanda tangan menolak kenaikan harga BBM. Kali ini, aksi digelar di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur. Seorang penandatangan mengaku menyesal memilih SBY sebagai presiden. Aksi sejuta tanda tangan ini digelar Forkot di Terminal Kampung Melayu sejak pukul 13.30 WIB, Minggu (6/3/2005). Sebelumnya, Sabtu (5/3/2005) kemarin, Forkot menggelarnya di pertokoan Blok M, Jakarta Selatan. Klaim Forkot, dalam aksi di Blok M, sudah terkumpul 70 ribu tanda tangan. Dalam aksinya di Terminal Kampung Melayu, Forkot menyediakan 2 bal kain putih. Kain putih itu ditempelkan di depan pintu masuk terminal. Sampai pukul 14.30 WIB, menurut Forkot, sudah terkumpul sekitar 500 tanda tangan. Poltak Sinaga, salah seorang panitia aksi menyatakan, dengan aksi sejuta tanda tangan ini, akan diketahui bagaimana sikap masyarakat sebenarnya dengan kenaikan harga BBM ini. "Dari aksi di Blok M kemarin, sebenarnya 98 persen masyarakat menolak kenaikan harga BBM," ungkapnya. Sedangkan Engel, panitia lainnya, menyatakan, aksi ini digelar di terminal, karena merupakan tempat keramaian. "Kita mau lihat reaksinya terhadap kenaikan BBM, apalagi di sini banyak sopir," ungkapnya. Nantinya, acara ini akan dilanjutkan di terminal-terminal lain. Untuk tanda tangan di kain putih itu, panitia menyediakan spidol hitam. Selain tanda tangan, masyarakat juga diperbolehkan memberikan komentarnya terhadap kenaikan harga BBM itu. Komentar-komentar itu pun ada yang menarik. Misalnya, ""Nyesel banget pilih SBY", "BBM naik, rakyat semakin melarat", "motor gue rusak, gara-gara BBM naik", "motor teman gue ilang, karena maling kelaparan", dan "tanggung jawab Loe, SBY." Sementara itu, salah seorang sopir Kopaja 16 trayek Kampung Melayu-Ragunan, Toto mengaku senang dengan aksi ini. "Saya senang kalau ada aksi seperti ini. Menurut saya, ongkos angkot naik percuma saja. Karena setoran akan naik, harga-harga lain juga akan naik. Kalau bisa, BBM turun seperti harga semula," ungkapnya.
(asy/)











































