Ketua MPR dan Muhammadiyah Bahas Pengelolaan Lansia

Ketua MPR dan Muhammadiyah Bahas Pengelolaan Lansia

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Rabu, 06 Jan 2016 14:23 WIB
Ketua MPR dan Muhammadiyah Bahas Pengelolaan Lansia
Foto: MPR
Jakarta - Ketua MPR Zulkifli Hasan menerima pengurus Majelis Pelayanan Sosial (MPS) Muhammadiyah. Pertemuan membahas tentang persoalan sosial di masyarakat.

Dalam siaran pers MPR RI, Rabu (6/1/2016), Ketua MPS Sularno yang didampingi pengurus MPS lain mengatakan bahwa lembaga yang dipimpinnya akan mengadakan rapat kerja nasional pada 9 April 2016 di Bandung, Jawa Barat. Rakernas itu dikatakan akan diikuti oleh seluruh MPS dari berbagai daerah.

Dikatakan bahwa MPS sekarang memiliki panti untuk pelayanan sosial sebanyak 380 panti yang tersebar di seluruh Indonesia. Sularno berharap apa yang dilakukan itu mampu memberi manfaat bagi umat. Lembaga yang dipimpinnya memiliki program membangun shelter lansia di berbagai kota. Masalah lansia menurutnya sekarang menjadi perhatian yang luar biasa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Lansia sekarang menjadi hal yang diinvestasikan dan dibisniskan oleh lembaga-lembaga asing. Lembaga asing akan membangu shelter atau panti di Indonesia dan siap menampung para lansia yang dititipkan," ujar Sularno.

Zulkifli Hasan yang juga Ketua Umum PAN kemudian mendorong MPS lebih memperhatikan pentingnya lansia apalagi sekarang lansia dijadikan komoditas oleh investor dari luar dengan membangun sebuah tempat untuk menitipkan orang tua. Menurut Zulkifli Hasan ini merupakan perubahan budaya.

"Harapan saya MPS meng-upgrade diri agar tujuannya sebagai pelayanan sosial, yakni memberdayakan lansia bisa tercapai," katanya.

Dalam kesempatan itu, Zulkifli Hasan juga sangat menyayangkan sikap salah satu pengembang perumahan yang menutup jalan sehingga salah satu sekolah di Yogyakarta tidak memiliki akses untuk menuju ke sekolah. Apa yang dilakukan oleh pengembang itu menurutnya tak sesuai dengan Pancasila, apalagi anak-anak sekolah itu merupakan anak panti asuhan.

"Di mana keadilan dan peri kemanusiaan pengembang itu?" kecam Zulkifli. (van/tor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads