Banjir di Mega Mall Bekasi, Pemilik Toko Ricuh dengan Security
Minggu, 06 Mar 2005 13:18 WIB
Bekasi -
Akibat banjir, basement Mega Mall Bekasi terendam air. Para pemilik toko di basement pun meminta agar pengelola Mega Mall Bekasi membayar ganti rugi kepada mereka, karena barang-barang dagangan rusak. Mereka sempat ricuh dengan security. Ricuh kecil terjadi sekitar pukul 12.50 WIB, Minggu (6/3/2005) di depan pintu gerbang Mega Mall Bekasi, Jl. Ahmad Yani, Bekasi. Sekitar 70 pemilik toko di basement berkumpul di pintu gerbang itu. Mal sendiri ditutup sementara, akibat kebanjiran ini. Tidak semua orang diperbolehkan masuk ke dalam mal. Termasuk para pemilik toko. Melihat banyak pemilik toko yang datang, security mal meminta bantuan pengamanan kepada Polresta Bekasi dan Kodim Bekasi. Kini, sejumlah aparat berjaga-jaga di depan gerbang mal. Kericuhan tidak sampai menimbulkan bentrok. Mereka hanya beradu mulut. Para pemilik toko tampak emosi, apalagi mereka tidak diperkenankan masuk untuk meninjau tokonya dan menemui pengelola gedung. "Kita ini mau masuk untuk melihat toko dan barang dagangan kita," kata salah seorang pemilik toko. Saat berkumpul di depan pintu gerbang ini, para pemilik toko meminta pengelola gedung mengganti barang-barang dagangan mereka yang kini rusak akibat terendam air. Menurut pemilik toko, banjir ini merupakan kelalaian pengelola gedung yang tidak membuat aliran air (drainase). Situasi sempat memanas, karena para pemilik toko memaksa bisa masuk ke dalam mal. Namun, aparat keamanan berhasil menenangkan mereka. Sementara pengelola gedung belum terlihat menemui para pemilik toko itu. Sampai pukul 13.10 WIB, para pemilik toko masih berkumpul di depan pintu gerbang. Menurut koordinator para pemilik toko di basemenet, H Rizal, sampai saat ini, pihaknya belum menghitung kerugian yang ditimbulkan akibat banjir ini. "Yang diprioritaskan saat ini adalah pengamanan barang-barang dagangan kita," unkapnya.Menurut dia, akibat banjir ini, 95 persen toko mengalami kerusakan parah. Di basement ini, ada 200 toko dan 100 counter. "Saya kira 95 persen-nya rusak dan hancur. Barang-barang dagangan kita juga jelas rusak," ungkapnya. Salah seorang pemilik toko, Amir, juga kecewa dengan kejadian ini. Dia memprediksi barang-barang dagangan handphone dan elektroniknya jelas rusak. "Kalau barang dagangan semua pedagang ditotal, diprediksi kerugiannya mencapai Rp 10-20 miliar," jelasnya. Menurut Rizal, kejadian banjir ini sudah dua kali terjadi. Pada tahun 2003 pernah terjadi banjir di mal ini, namun tidak separah sekarang. Pada tahun 2003, pihak pengelola mal hanya membebaskan biaya kontrak tempat. "Kerugian barang tidak diganti," ungkapnya. Karena itu, saat ini, lanjut Rizal, pemilik toko sudah membentuk tim yang terdiri dari 40 orang untuk mencoba melakukan negosiasi dengan pengelola mal. "Kami tidak ingin kasus 2003 terulang. Saat ini, kita minta agar kerugian barang-barang dagangan kita diganti," ujarnya.
(asy/)










































