Minyak Tanah Naik di Ambon
Minggu, 06 Mar 2005 11:48 WIB
Ambon - Walaupun pemerintah tidak menaikkan harganya, namun harga minyak tanah untuk konsumsi rumah tangga di Ambon tetap saja naik. Pantauan detikcom, harga minyak tanah itu naik menjadi Rp 1.500 sampai 1.700 per liter."Kami naikkan harga, karena saat beli di agen harga juga sudah naik. Lalu jika kami tetap dengan harga dulu Rp 700, kami akan mengalami kerugian," kata Abdullah Hatalla (39), pengecer minyak tanah di desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau Ambon kepada detikcom, Minggu (6/3/2005).Menurut Abdullah, sebenarnya dirinya sudah tahu bahwa untuk konsumsi rumah tangga, harga minyak tanah tidak dinaikkan. "Jangan salahkan kami dong, ini ulah agen minyak juga, kami kan beli ari agen-agen itu," tampik Abdullah.Hal yang sama ditemui di kompleks Waihaong Kecamatan Nusaniwe. Salah satu pengecer, Ramli Umagap (37) juga menyatakan hal yang sama. "Harga sekarang kita naikkan. Saya naikkan sampai Rp 1.700. Masalahnya harga dari agen juga mahal. Jadi kalau mau harganya diturunkan para agen juga harus turunkan harga minyak untuk kita," tutur Umagap.Terkait soal ini, Kasubdin Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Provinsi Maluku Mustakim Amin kepada detikcom di kediamannya, Minggu (6/3/2005), mengaku sudah memperkirakannya. "Kami sudah memperikirakannya sebelum itu. Makanya kami kembali akan melakukan operasi pasar bekerja sama dengan pihak kepolisian dan kejaksaan untuk menindak para spekulan itu," kata dia.Sementara itu, Ketua Posko Pemantau Harga BBM Provinsi Maluku, AR. Uluputty menyatakan, Senin (7/3/2005), pihaknya akan melakukan inspeksi ke lokasi-lokasi penjualan minyak. "Pokoknya kami inspeksi ke agen dan para pengecer. Jika kedapatan ada yang menaikkan harga minyak tanah untuk konsumsi rumah tangga, kami akan ambil tindakan tegas," ujar Uluputty tanpa merinci tindakan seperti apa.Uluputty yang juga kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Pemda Provinsi Maluku ini juga meminta kepada para pengecer maupun agen untuk tidak menspekulasi harga minyak tanah. Kepada masyarakat, dia meminta, bila menemukan ada pengecer maupun agen yang menaikkan harga minyak tanah, segera dilaporkan kepada posko pemantau di kantor Gubernur Maluku. "Laporkan kepada kami, segera juga akan kami turun dan menindak para spekulan itu," kata Uluputty.
(asy/)











































