Komplotan Bersenpi Gentayangan, Purwakarta Bentuk Satgas Zero Kriminalitas

Komplotan Bersenpi Gentayangan, Purwakarta Bentuk Satgas Zero Kriminalitas

Tri Ispranoto - detikNews
Rabu, 06 Jan 2016 11:48 WIB
Komplotan Bersenpi Gentayangan, Purwakarta Bentuk Satgas Zero Kriminalitas
Foto: Tri Ispranoto/detikcom
Purwakarta - Dua hari berturut-turut aksi perampokan bersenjata api meneror warga di Kabupaten Purwakarta. Hal itu membuat warga resah dan ketakutan lantaran aksi tersebut telah menimbulkan korban jiwa, yakni seorang pegawai katering bernama Rizki yang terkena tembakan pelaku.

Melihat fenomena tersebut Pemkab Purwakarta berinisiatif untuk membuat Satgas Ketahanan Lingkungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Satpol PP, dan Linmas. Mereka nantinya akan terlibat dalam patroli skala besar mencakup satu kabupaten, patroli skala kecamatan, hingga penempatan personel di setiap pos selama 24 jam.

"Ini demi ketenangan masyarakat, juga menjaga rasa aman. Target kita kriminal menjadi zero," jelas Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi di Pendopo Purwakarta, Rabu (6/1/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Soal anggaran, Pemkab Purwakarta akan menggelontorkan dana mencapai Rp 2 miliar yang nantinya akan digunakan sebagai uang bensin kendaraan dan makan anggota patroli.


Dedi mengungkapkan Satgas Ketahanan Lingkungan tersebut akan memulai tugasnya pada malam ini sesuai dengan surat keputusan Peraturan Bupati (Perbup) yang juga diberlakukan mulai hari ini.

"Semua anggota Polres, Kodim, Polsek, Koramil, Satpol PP, dan Linmas kita libatkan semua. Nanti pun akan dilibatkan bantuan dari teman-teman Armed Pasopati (TNI AD)," bebernya.

Baca: Pergoki Kawanan Perampok, Pegawai Katering Tewas Ditembak

Di tempat yang sama, Kabag Ops Polres Purwakarta, Kompol Edy Sutiono, menyambut baik hal tersebut. Menurutnya program yang telah disahkan melalui Perbup itu sejalan dengan konsep Kapolda Jabar, Irjen Pol Moechgiyarto, yang menerapkan Pos Mobile di setiap kewilayahan.

"Ini sejalan dengan Pak Kapolda mengenai Pos Mobile. Jadi pagi hingga sore pos itu biasa diisi oleh anggota lalu lintas, sekarang pos hidup selama 24 jam dengan Satgas Ketahanan Lingkungan," pungkas Edi. (trw/trw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini