Kedatangan kedua orang tua itu bermaksud untuk meminta maaf kepada Bupati Dedi karena anak laki-lakinya bernama Yosep yang masih duduk di bangku kelas satu SMK jurusan kelistrikan kedapatan keluar malam dan membawa motor pada malam tahun baru lalu.
Selain itu Yosep yang masih di bawah umur itu pun belum memiliki surat izin mengemudi. Saat terjaring razia di sebuah kafe, Yosef, sedang bersama seorang wanita padahal hari telah memasuki waktu dini hari atau sekira pukul 02.00 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bapak maneh cape jadi kuli. Ari maneh jam dua nongkrong keneh, mawa motor jeung awewe baong deui (bapak kamu itu sudah cape jadi kuli. Kamu malah jam dua masih nongkrng sama perempuan nakal)," ucap Dedi saat menasehati Yosef di depan kedua orang tuanya.
![]() |
Saat ditanya keberadaan orang tua pada malam tahun baru, Ayah Yosep mengaku saat itu sedang di rumah sakit bersama istrinya menunggu anaknya yang sakit.
"Tuh bapak maneh di rumah sakit. Ari maneh teu hideung jadi budak teh. Tong Ulin wae atuh (Tuh bapak kamu di rumah sakit. Kamu jadi anak itu gak punya inisiatif. Jangan main aja)," sesal Dedi.
Dedi menegaskan jika Yosef tak mau berubah dan tidak mau membantu keluarganya maka sanksi tegas berupa tidak naik kelas. Bahkan motor yang telah disita sebelumnya tidak akan dikembalikan.
"Jangan main terus. Nanti ada waktunya kalau kamu sudah kerja bisa main," tuturnya.
Usai mendapat nasihat tersebut Yosef dan kedua orang tuanya diperkenalkan untuk mengambil motor yang telah disita sejak tahun baru lalu. Sebelum mengambil motor, Yosef pun diharuskan menandatangani perjanjian agar tak mengulangi perbuatannya. (trw/trw)












































