"MUI itu juga menyampaikan harapan agar kehidupan toleransi antar umat beragama yang sudah baik ini jangan lalu terjebak dengan upaya sinkretisme. Ini yang tadi digarisbawahi oleh MUI," kata Lukman di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (5/1/2016).
Tetapi toleransi beragama tetap harus dikedepankan. Setiap agama menghormati agama lain dalam menjalankan ibadahnya dan tak dicampuradukkan.
"Jadi intinya adalah toleransi yang kita bangun bersama di mana pemerintah, negara dalam hal ini, bersama dengan masyarakat melalui ormas-ormas keagamaan itu terus berupaya untuk membangun toleransi," imbuh Lukman.
Lukman kemudian bercerita, salah satu pengurus MUI sering mendapat masukan dari masyarakat. Salah satu masukannya adalah mengenai adanya adzan yang dikumandangkan dengan irama nyanyian rohani agama lain.
"Nah, kita realitas kita adalah majemuk, termasuk juga dalam hal keagamaan. Tetapi, pesan MUI tadi, jangan sampai lalu kita terjebak pada sinkretisme yaitu mencampuradukkan antara ajaran-ajaran atau bentuk-bentuk peribadatan satu agama dengan agama yang lain. Jadi toleransi harus betul-betul kita junjung tinggi," ungkap Lukman.
(bpn/jor)











































